Pencarian

Fitbit Air, Oura Ring 5, dan Whoop 4 Kini Jadi Primadona, Tapi Apakah Layar Sentuh di Smartwatch Benar-Benar Perlu Ditinggalkan?

Selasa, 28 Juli 2026 • 20:57:01 WIB
Fitbit Air, Oura Ring 5, dan Whoop 4 Kini Jadi Primadona, Tapi Apakah Layar Sentuh di Smartwatch Benar-Benar Perlu Ditinggalkan?
Fitbit Air, Oura Ring 5, dan Whoop 4 dipamerkan dalam sesi tanya jawab langsung yang digelar Tom's Guide.

Pekan lalu, Tom's Guide menggelar sesi Live Q&A yang dipandu oleh Dan Bracaglia, senior writer spesialis wearable dengan pengalaman nyaris dua dekade. Bersama Jeff Parsons, editor-in-chief U.K., mereka membedah secara langsung dilema yang dihadapi konsumen: memilih antara fitness tracker tanpa layar atau smartwatch dengan layar penuh. Sesi ini menjadi panggung bagi pertanyaan-pertanyaan praktis, seperti perbedaan Fitbit Air dengan Fitbit Inspire 3, atau apakah Oura Ring 5 layak dibeli tahun ini.

Dua Jalur yang Kian Jelas: Fokus pada Data vs Konektivitas Penuh

Perangkat seperti Garmin Cirqa, Fitbit Air, Oura Ring 5, dan Whoop 4 dirancang untuk satu tujuan: meminimalkan distraksi. Tanpa layar, pengguna tidak bisa membaca notifikasi atau membalas pesan. Sebaliknya, semua data kesehatan—dari detak jantung, kualitas tidur, hingga VO2 max—disajikan lewat aplikasi di ponsel. Pendekatan ini cocok bagi mereka yang ingin memutus rantai kebiasaan mengecek ponsel setiap beberapa menit.

Namun, segmen smartwatch tradisional seperti Garmin Venu 4, Apple Watch 11, dan Pixel Watch 4 menawarkan paket lengkap: navigasi GPS, pemutar musik, pembayaran contactless, hingga layar yang bisa menampilkan peta saat berlari. Bagi atlet atau pengguna yang menginginkan satu perangkat untuk segalanya, smartwatch masih menjadi pilihan utama.

Harga Tak Lagi Jadi Pembeda Mutlak

Salah satu temuan menarik dalam Q&A ini adalah kedekatan harga antara dua perangkat yang sangat berbeda: Apple Watch SE 3 dan Garmin Cirqa. Keduanya dibanderol di kisaran harga yang sama, namun menawarkan filosofi yang bertolak belakang. Apple Watch SE 3 adalah pintu masuk ke ekosistem smartwatch dengan layar dan aplikasi, sementara Garmin Cirqa adalah perangkat tanpa layar yang mengutamakan daya tahan baterai dan analisis latihan mendalam.

Di sisi lain, Fitbit Air yang dibanderol sekitar $99 (sekitar Rp 1,6 juta) harus bersaing langsung dengan Apple Watch Ultra 3 seharga $799 (sekitar Rp 12,8 juta) dalam hal akurasi pelacakan langkah. Dalam pengujian manual yang dilakukan Tom's Guide, Fitbit Air justru menunjukkan hasil yang mengejutkan, menantang asumsi bahwa harga mahal selalu berarti akurasi lebih tinggi.

Apa yang Paling Tepat untuk Pengguna Indonesia?

Bagi pengguna di Indonesia, di mana penetrasi smartwatch masih didominasi oleh merek seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi, kehadiran perangkat tanpa layar bisa menjadi angin segar. Terutama bagi mereka yang mulai sadar akan pentingnya sleep tracking dan recovery, tanpa harus membawa ponsel ke mana-mana. Oura Ring 5, misalnya, menawarkan form factor cincin yang ringkas dan tidak mengganggu saat tidur—sesuatu yang sulit ditandingi smartwatch besar.

Namun, perlu dicatat bahwa perangkat seperti Whoop 4 memerlukan langganan bulanan untuk mengakses data lengkap, sebuah model bisnis yang mungkin belum lazim di pasar Indonesia. Sementara itu, Garmin Cirqa dengan baterai tahan berminggu-minggu bisa menjadi alternatif bagi pelari jarak jauh yang bosan mengisi daya setiap hari.

Pada akhirnya, keputusan kembali pada satu pertanyaan: apakah Anda ingin perangkat yang mengingatkan Anda untuk hidup, atau perangkat yang membiarkan Anda hidup tanpa gangguan?

Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks