Pencarian

Pemprov Sulteng Siapkan 9,8 Juta Bibit Kakao Unggul untuk 266.670 Hektare Lahan, Petani di Poso dan Parigi Moutong Jadi Prioritas

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:20:50 WIB
Pemprov Sulteng Siapkan 9,8 Juta Bibit Kakao Unggul untuk 266.670 Hektare Lahan, Petani di Poso dan Parigi Moutong Jadi Prioritas
Pemprov Sulteng menyiapkan 9,8 juta bibit kakao unggul untuk 266.670 hektare lahan dengan prioritas petani di Poso dan Parigi Moutong.

PALU — Produksi kakao Sulawesi Tengah yang mencapai 196.210 ton per tahun dari area seluas 266.670 hektare akan didorong lebih tinggi melalui intervensi benih unggul dan pendampingan intensif. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng Muhammad Nenk menyatakan bahwa pendampingan teknis menjadi kunci utama dalam program hilirisasi kakao yang digagas pemprov.

“Salah satu peran pemerintah daerah adalah memberikan pendampingan dan memperkuat koordinasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao,” kata Nenk di Palu, Selasa.

9,8 Juta Bibit dari Pusat, Target Penangkar Lokal

Pemerintah pusat telah menyiapkan pasokan 9,8 juta batang bibit kakao untuk Sulawesi Tengah pada 2026. Angka ini melengkapi kapasitas penangkar lokal yang sudah berjalan di dua kabupaten sentra produksi.

Nenk meninjau langsung sejumlah lokasi persemaian di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong. Di Poso, satu penangkar saja mampu menyediakan sekitar 4 juta bibit kakao dengan pertumbuhan yang dinilai sangat baik.

“Saya lihat memang luar biasa. Ada satu penangkar itu kurang lebih ada 4 juta bibit kakao dan kalau menurut pengamatan saya pertumbuhannya bagus,” ujarnya.

Parigi Moutong Siapkan 3 Juta Bibit Tambahan

Selain Poso, Kabupaten Parigi Moutong juga memiliki stok bibit siap tanam mencapai 2 juta hingga 3 juta batang. Ketersediaan ini menjadi modal penting bagi program Berani Makmur yang digagas Gubernur Sulteng untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Melalui program Berani Makmur, harapannya ke depan petani betul-betul dapat mendapatkan hasil dari pengembangan komoditas kakao dan pendampingan ini,” kata Nenk.

Pendampingan Teknis dan Pengendalian Hama

Pemprov tidak hanya mengandalkan distribusi bibit. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), pemerintah melakukan pendampingan langsung ke petani, termasuk pengendalian hama dan penyakit tanaman kakao. Bantuan pupuk juga digelontorkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Di sisi lain, pemerintah daerah gencar melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sertifikasi benih pada produsen dan penangkar. Pengawasan kebun sumber benih menjadi prioritas agar bibit yang sampai ke petani benar-benar unggul dan bebas penyakit.

“Ketersediaan benih unggul menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman kakao serta mendukung pengembangan komoditas tersebut ke depan,” tegas Nenk.

Luas Lahan Kakao Sulteng Capai 266 Ribu Hektare

Data Pemprov Sulteng mencatat luas areal kakao di provinsi ini mencapai sekitar 266.670 hektare dengan produksi tahunan 196.210 ton. Angka ini menempatkan Sulteng sebagai salah satu penghasil kakao utama di Indonesia timur.

Dengan tambahan 9,8 juta bibit dan pendampingan berkelanjutan, pemerintah optimistis produktivitas kakao akan meningkat signifikan. Dampak jangka panjangnya diharapkan mampu memperbaiki kesejahteraan petani kakao di Sulawesi Tengah.

Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks