SULAWESI TENGAH — Bagi yang berniat meng-upgrade ke ponsel lipat generasi terbaru, bersiaplah merogoh kocek lebih dalam. Berdasarkan bocoran yang beredar, Samsung akan memperkenalkan tiga model ponsel lipat sekaligus: Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8. Acara peluncuran global dijadwalkan pada Rabu, 22 Juli 2026, dan bisa disaksikan langsung melalui kanal YouTube resmi Samsung atau situs Samsung.com.
Perombakan Skema Penamaan: Fold8 Kini Jadi Varian Ringkas
Samsung mengubah strategi penamaan untuk lini ponsel lipat book-style. Galaxy Z Fold8 kini bukan penerus langsung Fold7, melainkan varian baru dengan desain lebih ringkas. Layar depannya 5,5 inci dan layar dalam 7,6 inci dengan rasio 4:3 — diklaim lebih nyaman untuk menonton video horizontal dan scrolling media sosial.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 Ultra menjadi penerus sejati Fold7. Varian ini tetap mempertahankan layar cover 6,5 inci dengan rasio ramping khas flagship Samsung. Kedua model ini dipastikan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy secara global, tanpa opsi Exynos.
Baterai Silicon/Carbon: Lebih Besar di Bodi Lebih Tipis
Salah satu lompatan teknologi terbesar ada di sektor baterai. Seluruh varian Z Fold8 dikabarkan menjadi ponsel Samsung pertama yang mengadopsi baterai Silicon/Carbon (Si/C). Teknologi ini memungkinkan kapasitas lebih besar dalam bodi yang lebih tipis — solusi atas kritik selama ini bahwa ponsel lipat Samsung masih terlalu tebal dan berat.
Sayangnya, bocoran belum menyebutkan kapasitas pasti baterai Si/C ini. Yang jelas, perubahan ini ikut mendongkrak harga jual secara signifikan.
Z Flip8: Lebih Tipis dan Ringan, Tapi Spek Kamera Stagnan
Galaxy Z Flip8 mendapatkan pembaruan fisik: ketebalan 6,1 mm saat dibuka dan bobot hanya 180 gram. Namun, sektor kameranya masih mengandalkan konfigurasi lama 50 MP utama + 12 MP ultra-wide. Kapasitas baterai juga tetap 4.300 mAh — angka yang tergolong standar di kelasnya.
Kejutan lain, Galaxy Z Flip8 tidak menggunakan Snapdragon secara global. Untuk pasar Eropa dan Korea Selatan, Samsung akan memasang chipset Exynos 2600. Belum ada konfirmasi varian mana yang masuk ke Indonesia.
Estimasi Harga di Indonesia: Tembus Rp 54 Juta
Kenaikan harga menjadi konsekuensi dari teknologi baterai baru dan chipset generasi terbaru. Berikut estimasi harga global yang dikonversi ke Rupiah (estimasi kurs):
- Samsung Galaxy Z Fold8 (standar): USD 1,900 / €2,000 — sekitar Rp 34-39 juta
- Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra (standar): USD 2,100 / €2,200 — sekitar Rp 37,5-42,9 juta
- Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra (16GB/1TB): €2,800 — sekitar Rp 54,6 juta
Dengan banderol segitu, Z Fold8 Ultra 1TB langsung bersaing dengan laptop premium dan menjadi ponsel termahal di lini Samsung.
Galaxy AI Makin Pintar, Kacamata XR Mulai Dikenalkan
Ekosistem Galaxy AI juga akan mendapatkan penyegaran. Fitur Live Translation diklaim lebih mulus berkat pemanfaatan dua layar ponsel lipat — satu untuk teks asli, satu untuk terjemahan. Alat pengeditan foto berbasis AI juga dikabarkan lebih presisi dalam menghapus atau memindahkan objek.
Yang menarik, Samsung akan memberikan pratinjau perangkat kacamata pintar Extended Reality (XR) hasil kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker. Perangkat ini ditenagai oleh Google Gemini AI — sinyal bahwa Samsung serius memasuki pasar AR/VR konsumen.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Meski terdengar menggiurkan, ada beberapa catatan penting. Pertama, harga yang melonjak drastis membuat ponsel lipat Samsung semakin sulit dijangkau — bahkan untuk flagship sekalipun. Kedua, Z Flip8 mempertahankan kamera dan baterai generasi sebelumnya, jadi upgrade terasa kurang signifikan. Ketiga, ketersediaan chipset Exynos untuk Flip8 di beberapa wilayah patut diwaspadai soal performa dan efisiensi daya.
Untuk pengguna yang sudah memiliki Fold6 atau Fold7, upgrade ke Fold8 Ultra mungkin terasa worth it karena perubahan baterai Si/C dan chipset anyar. Namun bagi pemilik Flip6 atau Flip7, sebaiknya tunggu review lebih lanjut soal real-world battery life dan performa Exynos 2600.