Pencarian

Banjir Aplikasi Baru di App Store H1 2026, Tapi Unduhan Hanya Naik 2 Persen

Selasa, 21 Juli 2026 • 09:20:31 WIB
Banjir Aplikasi Baru di App Store H1 2026, Tapi Unduhan Hanya Naik 2 Persen
Jumlah aplikasi baru di App Store pada paruh pertama 2026 mencapai sekitar 560.000, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total unduhan aplikasi pada periode yang sama hanya tumbuh 2 persen menjadi 17,6 miliar. Tren vibecoding memungkinkan pengem

SULAWESI TENGAH — Data dari Sensor Tower yang dikutip dalam laporan The New York Times pada hari ini mengungkapkan fenomena menarik di ekosistem iOS. Sepanjang tahun 2025, total aplikasi baru yang dirilis di App Store tumbuh 30 persen menjadi sekitar 600.000 aplikasi. Angka itu nyaris terlampaui hanya dalam enam bulan pertama 2026, yang mencatatkan sekitar 560.000 aplikasi baru.

Lonjakan Pasokan vs Permintaan yang Lesu

Pertumbuhan jumlah aplikasi baru yang eksplosif ini tidak diiringi oleh kenaikan unduhan yang signifikan. Sepanjang 2025, total unduhan dari App Store hanya naik 3 persen menjadi 35,4 miliar. Pada paruh pertama 2026, angkanya bahkan lebih rendah dengan pertumbuhan 2 persen menjadi 17,6 miliar unduhan.

Artinya, pasar aplikasi saat ini mengalami kelebihan pasokan. Pengguna tidak serta-merta tertarik untuk mencoba ribuan aplikasi baru yang membanjiri toko aplikasi milik Apple tersebut.

Vibecoding: Pintu Masuk Developer Amatir

Fenomena ini tidak lepas dari maraknya tren "vibecoding". Istilah ini merujuk pada penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) generatif untuk menulis kode aplikasi secara otomatis. Kini, seseorang tanpa latar belakang pemrograman pun bisa membuat aplikasi hanya dalam hitungan pekan.

Laporan NYT menyoroti dua developer yang memanfaatkan tren ini. Marco Pérez, seorang insinyur perangkat lunak di JPMorgan Chase, berencana keluar dari pekerjaannya bulan depan untuk menjadi pengembang aplikasi penuh waktu. Ia berhasil merilis aplikasi pertamanya, InfoDrizzle, setelah menghabiskan lima minggu bereksperimen dengan alat AI "vibecoding" dan dua minggu lagi untuk persiapan rilis. Aplikasi tersebut meraup 1.300 unduhan dengan keuntungan sekitar 500 dolar AS (sekitar Rp 8,25 juta).

Aplikasi keduanya, Stampa, yang merupakan aplikasi scrapbooking digital, justru lebih sukses. Hanya dalam waktu seminggu pengerjaan pada Mei lalu, Stampa telah diunduh 20.000 kali dan menghasilkan keuntungan sekitar 3.000 dolar AS (sekitar Rp 49,5 juta).

Dampak ke Proses Review Apple

Membanjirnya jumlah aplikasi baru otomatis berdampak pada proses review App Store. Apple mengaku tetap mampu mempertahankan standar kecepatan yang dijanjikan.

"Apple secara konsisten meninjau 90 persen pengajuan aplikasi dalam waktu 48 jam," ujar Peter Ajemian, juru bicara Apple, kepada NYT. Ia menambahkan bahwa Apple "senang melihat generasi baru pengembang yang menggunakan alat terbaru untuk membangun dan meluncurkan aplikasi lebih cepat dari sebelumnya."

Ajemian menegaskan bahwa semua aplikasi, terlepas dari apakah dibuat dengan vibecoding atau tidak, "tetap dipegang pada standar tinggi yang sama untuk kualitas, privasi, dan keamanan yang telah dipercaya pengguna."

Konteks untuk Pengembang Lokal

Bagi pengembang aplikasi di Indonesia, tren ini menjadi sinyal bahwa persaingan di App Store semakin ketat. Kemudahan akses alat AI menurunkan hambatan masuk, namun tidak menjamin kesuksesan. Data Sensor Tower menunjukkan bahwa hanya segelintir aplikasi, seperti Stampa milik Pérez, yang berhasil menembus ribuan unduhan. Sebagian besar aplikasi lainnya berjuang untuk mendapatkan perhatian di tengah lautan aplikasi baru.

Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks