Pencarian

Ilustrator Digital Asal Sulteng Steven Kaat Sebut NFT Bukan Sekadar Tren, Ini Peluang Ekonomi Kreatif Global

Sabtu, 18 Juli 2026 • 12:38:02 WIB
Ilustrator Digital Asal Sulteng Steven Kaat Sebut NFT Bukan Sekadar Tren, Ini Peluang Ekonomi Kreatif Global
Ilustrator digital asal Sulawesi Tengah, Steven Kaat, menyampaikan bahwa NFT merupakan ekosistem ekonomi kreatif digital yang dapat memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi seniman.

PALU — Peluang di sektor ekonomi kreatif digital kian terbuka lebar bagi para seniman di Sulawesi Tengah. Steven Kaat, seorang ilustrator digital asal daerah itu, mendorong para kreator untuk tidak lagi memandang NFT sekadar tren sesaat, melainkan sebagai ekosistem yang bisa memberikan nilai ekonomi jangka panjang.

Apa yang Membuat NFT Berbeda dari Aset Digital Biasa?

Menurut Steven, perbedaan mendasar NFT terletak pada teknologi blockchain yang mencatat setiap transaksi secara transparan. Setiap karya memiliki identitas unik yang berfungsi sebagai sertifikat kepemilikan digital.

"NFT bukan hanya soal menjual gambar. Ini adalah sertifikat kepemilikan digital yang membuat karya memiliki nilai ekonomi. Sekarang justru lebih sehat karena yang bertahan adalah kolektor dan seniman yang benar-benar serius berkarya," ujar Steven.

Sistem ini memungkinkan kreator mendapatkan royalti secara otomatis setiap kali karyanya diperjualbelikan kembali di pasar sekunder. Hal ini menjadi pembeda signifikan dengan penjualan karya seni konvensional yang umumnya hanya memberikan pendapatan sekali waktu.

Siapa Saja yang Bisa Memanfaatkan Peluang Ini?

Steven menegaskan bahwa peluang di dunia NFT tidak terbatas pada ilustrator digital. Fotografer, musisi, hingga pelukis konvensional di Sulawesi Tengah juga bisa ikut serta. Karya seni fisik, misalnya, dapat dipindai dan diubah menjadi aset digital untuk dipasarkan ke kolektor global.

Dengan model ini, para seniman tidak lagi bergantung pada galeri fisik atau pameran lokal untuk mendapatkan pengakuan. Pasar global dapat dijangkau langsung melalui berbagai marketplace NFT yang sudah ada.

Modal Utama: Orisinalitas dan Konsistensi

Meski peluang terbuka lebar, Steven mengingatkan bahwa kesuksesan di ranah NFT tidak instan. Kreator harus membangun karakter yang orisinal, memahami dinamika komunitas digital, dan menjaga konsistensi dalam berkarya.

Ia juga memperingatkan soal risiko plagiarisme. "Kreator harus menghindari praktik plagiarisme yang dapat menyebabkan karya diblokir dari marketplace NFT," imbuhnya. Reputasi digital menjadi aset paling berharga yang harus dijaga sejak awal.

Steven berharap semakin banyak talenta kreatif Sulawesi Tengah yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai jembatan untuk memperoleh pengakuan global. Menurutnya, era digital seharusnya menjadi momentum bagi seniman lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi dari hasil kreativitas mereka tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks