SIGI — Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan pihaknya tidak tertarik dengan aktivitas pertambangan emas ilegal yang marak di daerahnya. Ia justru menginstruksikan penutupan seluruh lokasi tambang liar di Kabupaten Sigi.
"Saya sama sekali belum tertarik dengan pertambangan emas, makanya saya perintahkan tutup semua lokasi pertambangan di Kabupaten Sigi karena memang hanya ingin fokus pada sektor pertanian," ujar Rizal di Lolu, Selasa.
Alasan Penolakan: Bahaya Merkuri dan Kerusakan Lingkungan
Penolakan terhadap pertambangan emas ilegal ini didasari oleh dampak negatif yang ditimbulkan. Bupati menyoroti penggunaan merkuri dan bahan kimia berbahaya lainnya yang kerap digunakan dalam proses penambangan tanpa izin.
"Jadi dimana saja harus ditertibkan ini tambang emas, apalagi kalau pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Sigi," tegasnya.
Menurut data Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL), terdapat tujuh lokasi tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang tersebar di Kabupaten Sigi dan Poso. Luas lahannya bervariasi, mulai dari 0,13 hektare di Kintabaru hingga 15 hektare di Dongi-dongi.
Mengapa Bupati Lebih Pilih Pertanian?
Bupati Rizal meyakini bahwa sektor pertanian adalah jalan yang lebih tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sigi. Ia menganggap membiarkan tambang ilegal beroperasi sama dengan mengabaikan tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah.
"Kufur nikmat saya jika sebagai pimpinan daerah tidak mengurus kesejahteraan masyarakat, tapi saya masih punya keyakinan bahwa dengan pertanian maka masyarakat Sigi akan lebih sejahtera dibandingkan dengan adanya tambang emas," sebutnya.
Langkah Nyata: Sarana Pertanian Disiapkan
Komitmen terhadap pertanian tidak hanya sebatas wacana. Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini tengah mendorong penyiapan sarana dan prasarana pendukung.
Bupati mengaku telah meminta Dinas Tanaman Pangan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk mendata lokasi sawah yang kesulitan mendapatkan air. Lahan-lahan tersebut nantinya akan mendapat bantuan berupa sumur buatan agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Masyarakat diimbau untuk memahami dan mewaspadai dampak negatif dari aktivitas tambang emas ilegal. Pemerintah daerah berharap sektor pertanian bisa menjadi tulang punggung ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Sigi.