SIGI — Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memimpin rapat koordinasi revitalisasi sekolah di Desa Bora, Kamis, untuk memastikan program perbaikan 33 sekolah berjalan sesuai target. Anggaran sebesar Rp 23,5 miliar telah dialokasikan, dengan rincian Rp 1 miliar untuk 14 PAUD, Rp 7,6 miliar untuk 12 sekolah dasar, dan Rp 14,7 miliar untuk 17 sekolah menengah pertama.
Kepala Sekolah Jadi Penanggung Jawab Tunggal
Dalam rakor tersebut, Rizal menegaskan bahwa tanggung jawab pelaksanaan revitalisasi diserahkan langsung kepada masing-masing kepala sekolah. Ia meminta mereka berhati-hati dalam mengelola anggaran agar hasilnya sesuai dengan kondisi lapangan saat pemeriksaan nanti.
"Pembangunan atau perbaikan sekolah harus sesuai dengan perencanaan yang ada. Misal atapnya rusak maka harus atapnya diganti dan begitu seterusnya," ujar Rizal.
Bahan Bermutu dan Konsultan Wajib Dilibatkan
Bupati menekankan agar setiap proyek revitalisasi menggunakan bahan-bahan bermutu dengan spesifikasi yang sudah ditentukan. Ia juga mendorong kepala sekolah melibatkan konsultan perencanaan dan pengawasan dalam proses pengerjaan.
"Saya minta jangan sampai bapak ibu sekalian sibuk urus revitalisasi malah lupa dengan mutu pendidikan, intinya setiap sekolah kalau bisa melibatkan dan menggunakan konsultan perencanaan dan pengawasan dalam revitalisasi," kata dia.
33 Sekolah di Sigi Terima Bantuan Revitalisasi 2026
Program revitalisasi ini mencakup 33 satuan pendidikan di Kabupaten Sigi yang tersebar di berbagai jenjang. Dari total anggaran Rp 23,5 miliar, porsi terbesar dialokasikan untuk SMP yang mencapai Rp 14,7 miliar, disusul SD sebesar Rp 7,6 miliar, dan PAUD Rp 1 miliar.
Pemkab Sigi memastikan seluruh proyek perbaikan sekolah ini selesai tepat waktu. Kepala sekolah diminta tetap fokus pada tugas pokok mendidik siswa di tengah kesibukan mengelola proyek revitalisasi.