PALU — Irjen Pol Endi Sutendi resmi melepas jabatan sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah setelah memasuki masa purna tugas. Posisinya kini digantikan oleh Brigjen Pol Nasri, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir SSDM Polri.
Proses serah terima jabatan berlangsung dalam upacara internal di Markas Polda Sulteng. Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian Irjen Endi yang telah memimpin institusi tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Pesan Perpisahan Sang Mantan Kapolda
Dalam sambutan perpisahannya, Irjen Endi Sutendi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Sulteng atas dukungan selama masa tugasnya. Ia juga meminta maaf jika selama memimpin terdapat kekurangan.
"Saya mohon pamit dan mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan selama saya bertugas di sini," ujar Irjen Endi dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/3/2025). Ia berharap Polda Sulteng semakin solid dan profesional ke depannya.
Siapa Brigjen Pol Nasri, Kapolda Sulteng yang Baru?
Brigjen Pol Nasri bukan wajah baru di lingkungan kepolisian. Sebelum dipercaya memimpin Polda Sulteng, ia menjabat sebagai Karobinkar SSDM Polri. Pengalamannya di bidang sumber daya manusia dan pembinaan karier menjadi modal penting dalam memimpin institusi.
Ia diharapkan mampu melanjutkan program-program yang sudah berjalan serta membawa inovasi baru dalam pelayanan dan pengamanan di wilayah Sulawesi Tengah. Sejumlah agenda seperti pengamanan Pilkada serentak dan penanganan konflik sosial menjadi pekerjaan rumah yang menanti.
Transisi Kepemimpinan yang Berlangsung Cepat
Proses mutasi dan rotasi di tubuh Polri memang kerap terjadi secara dinamis. Pergantian Kapolda Sulteng ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Brigjen Nasri dijadwalkan segera melakukan konsolidasi internal dengan para pejabat utama Polda Sulteng.
Ia juga akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Forkopimda untuk memastikan sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Langkah awal ini dinilai krusial mengingat Sulteng memiliki sejumlah tantangan keamanan yang kompleks, termasuk potensi gangguan kelompok kriminal bersenjata.