Pencarian

Hilirisasi Kelapa di Parigi Moutong Bisa Tingkatkan Nilai Tambah Ekonomi 3,3 Kali Lipat, Pemprov Sulteng Audiensi ke Bappenas

Rabu, 20 Mei 2026 • 13:27:15 WIB
Hilirisasi Kelapa di Parigi Moutong Bisa Tingkatkan Nilai Tambah Ekonomi 3,3 Kali Lipat, Pemprov Sulteng Audiensi ke Bappenas
Wakil Gubernur Sulteng pimpin audiensi dengan Bappenas untuk percepatan proyek hilirisasi kelapa.

JAKARTA — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, memimpin langsung audiensi dengan jajaran Kementerian PPN/Bappenas di Menara Bappenas, Jakarta, Senin (18/5/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal antara Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, dengan kementerian pada 14 Januari 2026.

Empat Sektor Prioritas yang Diajukan ke Pemerintah Pusat

Dalam paparannya, Wagub Reny menyampaikan bahwa Pemprov Sulteng mengusulkan percepatan dukungan pembiayaan terhadap Proyek Strategis Daerah (PSD). Proyek tersebut mencakup empat sektor prioritas: hilirisasi kelapa dalam, pengembangan komoditas tuna-cakalang-tongkol (TCT), wisata bahari, dan pengembangan rumput laut.

“Pelaksanaan proyek-proyek strategis ini tidak lain dan tidak bukan merupakan upaya percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah,” ujar Wagub Reny dalam keterangannya.

Mengapa Hilirisasi Kelapa Jadi Andalan?

Fokus utama audiensi adalah pada hilirisasi kelapa dalam di Parigi Moutong. Proyek ini dinilai strategis karena mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi kelapa sebesar 3,3 kali lipat dibandingkan penjualan bahan mentah. Selama ini, petani kelapa di daerah tersebut kerap menjual kopra dengan harga fluktuatif.

Dengan hilirisasi, kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti minyak kelapa murni (VCO), tepung kelapa, hingga briket arang tempurung. Langkah ini diharapkan menekan angka kemiskinan di kawasan pesisir Parigi Moutong yang mayoritas penduduknya bergantung pada perkebunan kelapa.

Mekanisme Anggaran dan Sinkronisasi dengan Program Nasional

Wagub Reny menjelaskan, audiensi ini menjadi langkah strategis untuk memperoleh penjelasan komprehensif terkait mekanisme penganggaran dan kebijakan fiskal. Pihaknya juga ingin memastikan usulan proyek daerah selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

“Audiensi ini kami lakukan untuk menindaklanjuti arahan, masukan, dan klarifikasi teknis. Terutama terkait mekanisme penganggaran dan kesesuaian usulan proyek dengan prioritas pembangunan nasional,” ungkapnya.

Pejabat Pusat dan Daerah yang Hadir

Dari pihak Kementerian PPN/Bappenas, hadir Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sukmo Harsono; Tenaga Ahli Menteri, Frans B.M. Dabukke; serta Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho. Sementara dari daerah, para kepala daerah dan jajaran perangkat daerah dari Kabupaten Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, dan Donggala turut mendampingi.

Kehadiran para kepala daerah ini menunjukkan komitmen kolektif untuk mengakselerasi pembangunan di kawasan timur Sulawesi Tengah. Dengan dukungan pembiayaan dari pusat, proyek hilirisasi diharapkan bisa mulai berjalan pada tahun anggaran mendatang.

Bagikan
Sumber: gnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks