PALU — Ribuan kader Partai Demokrat se-Sulawesi Tengah berkumpul di Grand The Sya Palu pada Minggu (5/5/2026) untuk mengikuti Musda V. Tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, forum bertajuk “Demokrat Menang, Sulteng Nambaso” ini dijadikan titik tolak transformasi partai menuju era politik modern.
Gubernur Anwar Hafid tampil sebagai pembakar semangat. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa kemenangan di masa depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan kerja lapangan tradisional. “Ke depan kita tidak bisa lagi bekerja tanpa data. Semua harus terdigitalisasi. Politik modern membutuhkan data yang kuat dan kerja yang terukur,” tegasnya di hadapan para kader.
Strategi ‘Silent Movement’ yang Mengubah Peta Politik
Anwar mengungkapkan, keberhasilan strategi yang disebutnya sebagai silent movement saat Pilkada lalu menjadi bukti ampuhnya pendekatan ini. Saat itu, tim pemenangan bekerja secara senyap menggunakan pemetaan data digital dan analisis lapangan tanpa banyak publikasi.
“Dulu kita bukan siapa-siapa. Tapi hari ini Demokrat sudah sejajar dengan partai-partai besar di Sulawesi Tengah. Ini harus menjadi energi baru untuk terus bergerak dan menang,” ujar Anwar, disambut gemuruh tepuk tangan kader. Ia meminta seluruh struktur partai mulai dari DPC hingga ranting untuk segera membangun data kepengurusan dan keanggotaan yang terintegrasi secara digital.
Beasiswa 23.000 Mahasiswa Jadi Bukti Nyata Keberpihakan
Di luar konsolidasi internal, Anwar juga memaparkan program unggulan Pemprov Sulteng yang menjadi bukti kerja nyata partai. Salah satu andalannya adalah program “Berani Cerdas” yang membiayai beasiswa bagi sekitar 23 ribu mahasiswa setiap tahun. Ia memperkirakan jumlah penerima manfaat akan terus bertambah hingga mencapai 150 ribu mahasiswa pada tahun 2029.
Musda V ini dihadiri langsung oleh sejumlah elite DPP Partai Demokrat. Sekretaris Jenderal Herman Khaeron, Wakil Sekjen Jemmy Setiawan, dan Wakil Bendahara Felix Susanto hadir secara langsung. Sementara itu, Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan sambutan secara virtual.
Selain itu, hadir pula Wakil Gubernur Sulteng, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe, serta seluruh Ketua DPC Demokrat dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Anwar menegaskan, Musda ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal lompatan politik yang lebih kuat menghadapi kontestasi lima tahun mendatang.