Pencarian

Pemkab Donggala Luncurkan Layanan Lab Gratis Prolanis di Puskesmas Toaya

Selasa, 05 Mei 2026 • 22:00:01 WIB
Pemkab Donggala Luncurkan Layanan Lab Gratis Prolanis di Puskesmas Toaya
Pemkab Donggala resmi meluncurkan layanan laboratorium gratis Prolanis di Puskesmas Toaya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala mulai mengoperasikan program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Berani Sehat di Puskesmas Toaya. Penunjukan puskesmas ini dilakukan langsung oleh pemerintah provinsi sebagai pilot project atau proyek percontohan di wilayah Sulawesi Tengah.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat deteksi dini sekaligus memantau kondisi kesehatan warga secara berkala. Fokus utamanya adalah penanganan penyakit tidak menular yang membutuhkan perhatian jangka panjang.

"Jadi, program ini untuk meningkatkan deteksi dini dan pemantauan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melalui layanan pemeriksaan laboratorium gratis," ujar Vera saat memberikan keterangan di Banawa, Selasa.

Fasilitas Laboratorium Pemerintah untuk Masyarakat

Implementasi program ini didukung oleh kerja sama antara UPTD Puskesmas Toaya dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Kolaborasi ini menjadi terobosan penting mengingat sebelumnya pemeriksaan laboratorium Prolanis lebih banyak bergantung pada pihak swasta.

Vera menyebutkan, ketersediaan layanan laboratorium milik pemerintah kini mempermudah akses warga dalam mendapatkan pemeriksaan medis yang akurat tanpa kendala biaya. Puskesmas Toaya berperan aktif mengumpulkan data penderita penyakit kronis di wilayah kerjanya untuk diarahkan menjalani skrining kesehatan.

"Untuk pemeriksaan Prolanis lebih banyak dilakukan di laboratorium swasta. Alhamdulillah, saat ini sudah tersedia layanan laboratorium pemerintah sehingga hal ini kami manfaatkan untuk masyarakat sekitar," ucapnya.

Capaian Peserta dan Target Standar Pelayanan Minimal

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 405 warga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin melalui program tersebut. Sebaran wilayah sasaran mencakup beberapa desa, di antaranya Desa Marana, Sumari, Kumbasa, dan Desa Taripa.

Meski sudah berjalan, Bupati mengakui angka kunjungan tersebut masih berada di bawah target standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan pemerintah. Masih terdapat selisih jumlah penderita yang belum terjangkau layanan kesehatan secara optimal di lapangan.

"Targetnya untuk penyakit hipertensi harus mencapai 634 orang dan penderita diabetes sebanyak 346 orang, tentunya masih banyak penderita belum terlayani dengan baik," kata Vera merinci data capaian saat ini.

Kewajiban Kontrol Rutin Enam Bulan Sekali

Setiap warga yang terdaftar dalam program Prolanis diwajibkan melakukan kontrol lanjutan setiap enam bulan sekali. Pemantauan rutin ini krusial untuk memastikan kondisi fisik pasien tetap stabil dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, total anggota Prolanis di seluruh wilayah mencapai 4.122 orang. Ribuan warga ini tersebar di berbagai puskesmas dan membutuhkan pemeriksaan laboratorium secara berkala guna menjaga kualitas hidup mereka.

"Harapannya melalui program ini kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bisa meningkat serta mampu menekan risiko komplikasi akibat penyakit kronis," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks