Pencarian

Pemkot Palu Operasikan Perpustakaan Pesisir Guna Tekan Kecanduan Gadget Anak

Sabtu, 09 Mei 2026 • 19:05:01 WIB
Pemkot Palu Operasikan Perpustakaan Pesisir Guna Tekan Kecanduan Gadget Anak
Wakil Wali Kota Palu meresmikan Pojok Literasi di Kelurahan Tondo sebagai upaya mengurangi kecanduan gadget anak.

PALU — Pemerintah Kota Palu memperkuat fasilitas pendidikan di wilayah pesisir dengan menghadirkan Pojok Literasi yang terintegrasi dengan pembinaan keagamaan. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya tingkat ketergantungan anak-anak terhadap perangkat elektronik yang mulai mengikis budaya membaca di lingkungan masyarakat.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin menyatakan bahwa kehadiran perpustakaan di kawasan pesisir Kelurahan Tondo bertujuan memfasilitasi kebutuhan edukasi sekaligus pembinaan karakter. Menurutnya, lingkungan belajar yang sehat sangat dibutuhkan untuk mengalihkan perhatian anak dari penggunaan gawai yang berlebihan.

Fokus Tekan Ketergantungan Gadget pada Anak di Tondo

"Ini adalah inisiasi yang baik dengan adanya pojok literasi bagi anak-anak kita. Kita tahu sendiri pengaruh gadget sangat luar biasa sehingga anak-anak kita menjadi malas membaca," kata Imelda Liliana Muhidin dalam keterangannya di Palu, Sabtu.

Pemkot Palu berkomitmen mendukung penuh pengembangan fasilitas tersebut, termasuk dengan menambah koleksi buku secara berkala. Penambahan literatur ini diharapkan mampu memicu rasa ingin tahu anak-anak pesisir agar lebih aktif mengunjungi perpustakaan dibandingkan berselancar di dunia maya tanpa pengawasan.

Imelda menekankan bahwa anak-anak, terutama yang berusia di bawah 16 tahun, harus didorong untuk kembali fokus pada proses belajar konvensional. Keberadaan pojok literasi di tengah pemukiman warga dianggap sebagai solusi strategis untuk menghadirkan sarana edukasi yang mudah dijangkau.

Integrasi Pendidikan Al-Qur’an dan Literasi Umum

Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, fasilitas di pesisir Tondo ini menggabungkan konsep literasi umum dengan pendidikan agama. Selain menyediakan buku bacaan, tempat ini juga difungsikan sebagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) bagi anak-anak setempat.

"Jadi bukan cuma pojok literasi, tapi juga TPQ. Anak-anak bisa mengaji di sini, sudah disiapkan iqro dan Al-Qur’an," ujar Imelda menjelaskan fungsi ganda bangunan tersebut.

Penyediaan sarana mengaji ini bertujuan agar generasi muda di wilayah pesisir tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pondasi keagamaan yang kuat. Pengelola telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti Iqro dan Al-Qur'an untuk digunakan secara gratis oleh warga sekitar.

Dukungan terhadap Pembatasan Media Sosial bagi Remaja

Kehadiran pojok literasi ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan pusat terkait perlindungan anak di ruang digital. Hal ini selaras dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Pemerintah Kota Palu berharap inisiatif di Kelurahan Tondo ini bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain di Sulawesi Tengah. Dengan tersedianya ruang publik yang positif, diharapkan generasi muda dapat mengurangi aktivitas di media sosial yang seringkali memberikan dampak kurang baik bagi perkembangan mental dan akademik mereka.

Melalui penguatan literasi dan pendidikan agama sejak dini, Pemkot Palu optimistis dapat mencetak generasi yang lebih produktif. Fasilitas ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah pesisir.

Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks