SULAWESI TENGAH — Masjid Nurul Bilad di kawasan Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kini berfungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan ekonomi umat. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mendukung pengembangan masjid ini untuk menyambut wisatawan dan pengunjung MotoGP di Mandalika. Dukungan tersebut mencakup penyediaan layanan e-channel hingga fasilitas ibadah portabel di area sirkuit.
Langkah BSI memperkuat ekosistem pariwisata halal di Lombok Tengah dilakukan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan ITDC. Selain menghadirkan Masjid Nurul Bilad sebagai ruang ibadah, BSI juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung di area MotoGP Sirkuit Mandalika.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa masjid di kawasan wisata bisa berkembang menjadi hub kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, tempat ibadah berpotensi melahirkan berbagai aktivitas yang memberi manfaat spiritual, sosial, dan ekonomi bagi warga sekitar.
"Harapannya Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat peradaban dan hub kolaborasi yang mempertemukan berbagai potensi masyarakat. Kami berharap Masjid Nurul Bilad dapat menjadi tempat lahirnya langkah-langkah emas, tempat anak-anak dan generasi muda belajar Al-Qur'an, membangun akhlak, belajar berbagi, sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada agama dan sesama," ujar Anggoro.
Bagi wisatawan Muslim yang berkunjung ke Mandalika, BSI menyiapkan mushola portabel dan Mobil Musholla di area sirkuit. Fasilitas ini memastikan pengunjung tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman di tengah padatnya aktivitas pariwisata dan sport tourism.
Masjid Nurul Bilad sendiri menempati posisi strategis karena berada di kawasan Mandalika, salah satu destinasi unggulan di Pulau Lombok. Keberadaan fasilitas ibadah yang mudah diakses menjadi elemen penting dalam membangun pariwisata yang inklusif dan ramah bagi wisatawan Muslim.
Dari sisi perbankan, BSI memperkuat akses transaksi keuangan melalui penyediaan e-channel di Masjid Nurul Bilad. Layanan ini mencakup QRIS, EDC, serta transaksi melalui BYOND by BSI, yang memudahkan jamaah berkontribusi untuk masjid.
Penguatan ekosistem digital tersebut diharapkan mempercepat dan mempermudah transaksi wisatawan, sekaligus memperkuat konektivitas pembayaran di kawasan pariwisata.
"Ke depan, BYOND by BSI diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu payment gateway nasional yang mendukung konektivitas transaksi di berbagai destinasi wisata Indonesia," tutur Anggoro.
Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyebut kolaborasi ini sebagai wujud komitmen ITDC mengembangkan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan. Menurutnya, masjid ini merupakan bagian penting dari kawasan The Mandalika.
"Masjid Nurul Bilad merupakan bagian penting dari The Mandalika. Melalui kolaborasi bersama BSI dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, kami berharap masjid ini semakin nyaman dan representatif, serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, jamaah, dan wisatawan yang berkunjung," ujarnya.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah, menambahkan bahwa saat ini sudah banyak investor yang mulai membangun berbagai fasilitas pendukung pariwisata di Lombok Tengah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mengawal pertumbuhan investasi tersebut.
"Alhamdulillah, saat ini sudah banyak investor yang mulai membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata di Lombok Tengah. Kolaborasi dan dukungan semua pihak, sangat penting dalam mengawal pertumbuhan investasi ini," tutur Nursiah.
Bagi traveler yang merencanakan kunjungan ke Mandalika, Masjid Nurul Bilad bisa menjadi titik persinggahan yang nyaman sekaligus ruang istirahat di sela aktivitas wisata. Informasi terkini soal jam operasional dan fasilitas dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola masjid atau dinas pariwisata setempat.