Pencarian

NTP Sulawesi Tengah Naik 4,04 Persen pada September 2026, Daya Beli Petani Menguat

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:38:01 WIB
NTP Sulawesi Tengah Naik 4,04 Persen pada September 2026, Daya Beli Petani Menguat
BPS mencatat NTP Sulawesi Tengah September 2026 mencapai 108,40 atau naik 4,04 persen dibanding Agustus 2026.

Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani Sulawesi Tengah pada September 2026 mencapai 108,40, naik 4,04 persen dibanding Agustus 2026 yang sebesar 104,18. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani tumbuh 5,23 persen, lebih besar daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 1,14 persen. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah Daryanto menyebut kenaikan NTP mencerminkan daya beli petani di perdesaan yang semakin kuat.

PALU — Indeks harga yang diterima petani (It) Sulawesi Tengah pada September 2026 tercatat 140,86, naik dari 133,85 pada bulan sebelumnya. Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya meningkat 1,14 persen pada periode yang sama. Selisih pertumbuhan kedua indeks inilah yang mendorong NTP naik ke 108,40.

NTP merupakan indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Angka tersebut diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani. Semakin tinggi NTP, semakin kuat daya beli petani.

Hortikultura Jadi Penyumbang Kenaikan Terbesar

Peningkatan It pada September 2026 dipengaruhi kenaikan di tiga subsektor. Subsektor hortikultura mencatat lonjakan tertinggi sebesar 21,85 persen, disusul tanaman perkebunan rakyat 6,75 persen dan tanaman pangan 0,47 persen.

Sebaliknya, dua subsektor mengalami penurunan. Indeks harga yang diterima petani di subsektor perikanan turun 1,40 persen, sedangkan peternakan turun 0,13 persen.

"Peningkatan NTP ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) meningkat 5,23 persen, lebih besar dibandingkan peningkatan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 1,14 persen," kata Daryanto dalam keterangannya di Palu, Sabtu.

NTP Hortikultura Melompat 20,72 Persen

Berdasarkan subsektor, NTP hortikultura mencatat peningkatan tertinggi, yakni 20,72 persen dari 130,30 pada Agustus menjadi 157,30 pada September 2026. NTP tanaman perkebunan rakyat juga naik 5,63 persen dari 107,66 menjadi 113,72.

Dua subsektor lain justru melemah. NTP tanaman pangan turun 0,77 persen dari 90,87 menjadi 90,16, sedangkan NTP peternakan turun 1,20 persen dari 108,56 menjadi 107,25. Adapun NTP perikanan turun 2,94 persen.

Ib September 2026 yang naik 1,14 persen mencakup pengeluaran konsumsi rumah tangga serta kebutuhan barang dan jasa dalam proses produksi pertanian.

NTUP Ikut Naik 4,74 Persen

Daryanto menambahkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sulawesi Tengah pada September 2026 mencapai 112,76. Angka itu meningkat 4,74 persen dibanding Agustus 2026 yang sebesar 107,66.

Kenaikan NTUP terutama dipengaruhi subsektor hortikultura sebesar 21,89 persen, tanaman perkebunan rakyat 6,10 persen dan tanaman pangan 0,24 persen. Data ini melengkapi gambaran daya beli rumah tangga pertanian di Sulawesi Tengah pada periode tersebut.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks