MOROWALI — Silaturahmi itu berlangsung hangat dan cair. AKBP Reza yang baru sekitar satu bulan menjabat Kapolres Morowali mengaku sudah cukup banyak membaca pemberitaan tentang dirinya dan jajaran, namun belum sempat bertatap muka langsung dengan para jurnalis.
"Saya sudah hampir satu bulan di sini. Sudah cukup banyak saya lihat berita saya dinaikkan, tapi saya belum pernah ketemu langsung sama rekan-rekan. Jadi saya cukup berbahagia," ujar Kapolres di hadapan wartawan media online, cetak, dan televisi.
Di sela perkenalan, pria asal Aceh ini mengungkap fakta menarik soal ikatan pribadinya dengan daerah tersebut. Ia menyebut istrinya berasal dari Bungku, sehingga dirinya merasa memiliki keterikatan emosional dengan Morowali.
"Nama saya Reza Khomeini, panggil saja Reza. Istri saya orang Bungku, jadi saya juga ada darah Morowali," ucapnya yang langsung disambut tawa para hadirin.
Poin utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kemitraan antara Polri dan pers. Kapolres menegaskan bahwa media merupakan penyambung informasi dari masyarakat kepada kepolisian, bukan pihak yang harus dijauhi.
"Media merupakan partner penting bagi Polri. Ke depan kami bertekad untuk menjalin hubungan lebih baik lagi. Kami ingin lebih terbuka, kami ingin lebih aktif dan kami tidak anti kritik," tegasnya.
AKBP Reza memastikan ruang komunikasi dengan wartawan tidak dibatasi birokrasi yang rumit. Ia bahkan membuka peluang diskusi langsung dengan dirinya jika diperlukan, meski di luar jam kerja atau di luar agenda resmi.
"Meski Kapolres tidak aktif, tidak apa-apa. Itu gunanya untuk terjadi komunikasi dua arah," katanya.
Ia juga meminta media tidak ragu mengklarifikasi informasi yang tidak benar atau menyoroti perilaku anggota di lapangan yang kurang maksimal. Menurutnya, komunikasi satu arah justru berpotensi memunculkan berita tidak berimbang.
"Kalau komunikasi tidak dua arah itu yang biasanya tidak bagus. Media mau menanya tidak dijawab, tidak direspon, akhirnya muncul berita yang dia dengar itu saja," ujarnya.
Kapolres menyadari penyebaran informasi di era digital berlangsung sangat cepat, terutama melalui media sosial. Ia menilai peran jurnalis menjadi semakin krusial untuk meluruskan informasi yang belum tentu kebenarannya.
"Rekan-rekan medialah yang mengklarifikasi dan menanyakan kebenaran pemberitaan," ucapnya.
Di akhir pertemuan, AKBP Reza menutup dengan pesan sinergi untuk menjaga stabilitas daerah. Ia mengajak seluruh elemen bersatu menjaga Morowali tetap aman dan kondusif.
"Tanpa rekan-rekan media, kami tidak bisa sampai ke masyarakat. Mari kita jaga Morowali tetap aman dan kondusif," tutupnya.