Pencarian

Netflix Rombak Jajaran Konten, Peter Rice Gantikan Bela Bajaria

Jumat, 23 Oktober 2026 • 19:20:01 WIB
Netflix Rombak Jajaran Konten, Peter Rice Gantikan Bela Bajaria
Peter Rice resmi menjabat sebagai Chief Content Officer Netflix menggantikan Bela Bajaria.

SULAWESI TENGAH — Netflix menunjuk Peter Rice sebagai Chief Content Officer baru menggantikan Bela Bajaria, di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada sekitar 1.000 staf. Mantan petinggi Fox dan Disney itu masuk saat saham Netflix tertekan akibat kinerja kuartalan yang lemah dan minimnya hits produksi Amerika Serikat sepanjang 2026. Di sisi lain, konten lokal dari berbagai negara justru disebut sebagai penopang reputasi layanan streaming tersebut.

Peter Rice resmi mengisi posisi Chief Content Officer Netflix setelah Bela Bajaria dan bos film Dan Lim meninggalkan perusahaan. Perombakan ini terjadi ketika Ted Sarandos dan Greg Peters berupaya membenahi kinerja perusahaan yang dinilai belum memuaskan Wall Street.

Meski masih mencetak laba besar, pendapatan Netflix dianggap tidak cukup bagi investor. Sekitar 1.000 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja dalam proses restrukturisasi yang berlangsung pekan ini.

Siapa Peter Rice dan Apa Latar Belakangnya

Rice lahir dan besar di Inggris, menempuh pendidikan di University of Nottingham sebelum memulai karier media di Twentieth Century Fox pada 1989. Sepanjang kariernya ia hampir selalu bekerja untuk studio Amerika Serikat.

Namun Rice dikenal rutin menghadiri Edinburgh TV Festival dan sejumlah acara industri Eropa. Kehadirannya di forum-forum tersebut memunculkan harapan bahwa strategi lokal-ke-global yang selama ini menggerakkan investasi Netflix di banyak pasar akan tetap berlanjut.

Konten Lokal Jadi Penopang di Tengah Krisis

Di tengah tekanan terhadap bisnis Amerika Serikat, sisi internasional Netflix justru memperkuat reputasinya. Perusahaan menyoroti sejumlah judul lokal yang menonjol, seperti Plastic Beauty dari Jepang, The Secret Woman dari Denmark, El Chapo dari Meksiko, dan The Perfect Lie dari Belanda.

Netflix juga mencatat keberhasilan menghadirkan paket kanal TF1 dari Prancis, yang menurut eksekutif perusahaan akan membuka lebih banyak kesepakatan serupa. Belum ada satu pun judul non-Amerika Serikat itu yang bisa disebut hits global, tetapi para manajer wilayah disebut mendapat sinyal positif karena karyanya diapresiasi.

Bajaria dikenal populer di kalangan eksekutif regional. Warisannya mencakup pertumbuhan besar hub internasional Netflix selama enam tahun terakhir.

MIA Market di Roma dan Sorotan Industri Italia

Pekan yang sama, pasar MIA Market di Roma digelar selama lima hari dan dibuka oleh Edward Berger, sutradara film Conclave yang berlatar Vatikan. Berger menyampaikan pandangannya bahwa studio-studio Amerika Serikat dulu butuh kehadiran Netflix untuk terbangun dari tidur panjang.

Kini, menurut Berger, giliran perusahaan seperti Skydance, Disney, dan NBCUniversal yang mungkin memicu perubahan di sisi Netflix. Forum itu juga mendengar pandangan bos Banijay Entertainment Marco Bassetti serta Domingo Corral, mantan bos konten Movistar Plus+ Spanyol, yang menegaskan bahwa penjaga gerbang industri harus berani mengambil risiko.

Data yang muncul di MIA menunjukkan investasi masuk ke pasar audiovisual Italia turun untuk pertama kalinya sejak 2018. MIA sendiri kini berposisi sebagai pasar koproduksi dan pendanaan yang penting, ditandai dengan peluncuran jalur European Investment Hub tahun ini.

Patrick Brammall dan Masa Depan Drama Australia

Aktor Australia Patrick Brammall berbicara tentang serial thriller Apple TV berjudul Last Seen. Ia dan istrinya, Harriet Dyer, yang juga menjadi pasangan di layar, baru saja mengakhiri sitkom romantis Colin From Accounts sebelum mempertimbangkan langkah berikutnya sambil membesarkan anak di Los Angeles.

Brammall membahas alasan tertarik pada peran dramatis di Last Seen, perasaannya meninggalkan karakter anjing terluka di komedi Australia itu, dan perannya di The Devil Wears Prada 2. Ia juga menyoroti perubahan lanskap produksi Australia serta memberi penghormatan kepada Brian Walsh, komisioner Binge yang mendukung Colin From Accounts sejak awal.

BBC Three Kembali Ditutup

BBC Three menjadi salah satu korban paling menonjol dari pemangkasan biaya besar-besaran di BBC. Jaringan yang menyasar penonton muda itu ditutup untuk kedua kalinya dalam sepuluh tahun, setelah sebelumnya sempat dihentikan sebagai kanal linear dan beralih ke layanan digital.

Pemangkasan juga mengenai BBC Scotland dan Radio 4 Extra. Langkah ini menegaskan tekanan anggaran yang dihadapi penyiar publik Inggris di tengah persaingan platform streaming global.

Bagi pasar hiburan Indonesia, perombakan di Netflix layak dicermati karena kebijakan konten lokal-ke-global yang dipertahankan atau diubah akan menentukan peluang produksi dalam negeri menembus katalog regional.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: deadline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks