PALU — Penghargaan diberikan sebagai bentuk terima kasih almamater kepada sekolah menengah yang mendidik para alumni hingga mampu meraih predikat pujian di bangku kuliah. Kepala sekolah yang hadir menyampaikan sambutan di hadapan ratusan wisudawan, orang tua, dan civitas akademika FKM Untad.
Pihak sekolah mengapresiasi langkah fakultas yang melacak kembali rekam jejak almamater sekolah menengah para lulusan terbaiknya. Pelacakan itu menjadi dasar penyerahan piagam pada acara ramah tamah dan pelepasan wisudawan.
Alasan FKM Untad Melacak Sekolah Asal Lulusan Terbaik
Rosmala Nur menyebut penghargaan itu merupakan bentuk terima kasih almamater FKM Untad kepada sekolah-sekolah yang telah mendidik alumni berkualitas hingga mampu mengukir prestasi cumlaude di bangku perkuliahan.
"Penghargaan ini merupakan bentuk terima kasih almamater FKM Untad kepada sekolah-sekolah yang telah mendidik alumni berkualitas hingga mampu mengukir prestasi cumlaude di bangku perkuliahan," ujar Rosmala Nur.
Menurutnya, prestasi mahasiswa bukan hasil kerja kampus semata. Sekolah menengah ikut membentuk dasar kemampuan akademik sebelum mahasiswa masuk perkuliahan.
3 Wisudawan Terbaik FKM Untad Periode 139
Alda Ummu Ghaida menjadi wisudawan terbaik fakultas sekaligus Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dengan IPK 3,93. Lulusan SMKS Muhammadiyah 1 Palu itu menempuh studi 3 tahun 9 bulan 24 hari.
Dari Prodi S1 Gizi, Sherina Riska Putri mencatat IPK 3,79 dengan lama studi 3 tahun 10 bulan 1 hari. Ia merupakan alumni SMA Negeri 2 Palu.
Wisudawan terbaik Prodi S2 Kesehatan Masyarakat diraih Finni Alfisyah dengan IPK 3,86. Studi magisternya ditempuh dalam 1 tahun 4 bulan 6 hari, dan kini bekerja di Badan Gizi Nasional Palu.
- Alda Ummu Ghaida — S1 Kesehatan Masyarakat, IPK 3,93, asal SMKS Muhammadiyah 1 Palu
- Sherina Riska Putri — S1 Gizi, IPK 3,79, asal SMA Negeri 2 Palu
- Finni Alfisyah — S2 Kesehatan Masyarakat, IPK 3,86, bekerja di BGN Palu
Bekal untuk Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Sulteng
Ramah tamah dan pelepasan wisudawan menegaskan komitmen FKM Untad mencetak tenaga kesehatan masyarakat dan ahli gizi yang kompeten serta berkarakter. Lulusan periode ini diarahkan siap berkontribusi bagi pembangunan kesehatan di Sulawesi Tengah dan tingkat nasional.
Ketiga wisudawan menempuh masa studi berbeda, dari 1 tahun 4 bulan untuk jenjang magister hingga hampir empat tahun untuk sarjana. Seluruhnya lulus dengan predikat pujian.