SULAWESI TENGAH — Pasar mobil bekas Indonesia kini menawarkan sejumlah mobil listrik dengan harga di bawah Rp200 juta, bersaing langsung dengan mobil bensin murah seperti Daihatsu Ayla. Data iklan marketplace per Oktober 2026 menunjukkan Wuling Air EV jadi yang paling terjangkau, disusul Citroen e-C3 dan Neta V. Harga beli murah bukan satu-satunya pertimbangan karena kondisi baterai dan akses pengecasan tetap menentukan biaya kepemilikan.
Memburu mobil listrik murah tidak lagi harus menunggu unit baru turun harga. Sejumlah model bekas kini dijual dengan banderol setara city car bensin, meski pembeli perlu mencermati kondisi baterai sebelum transaksi.
Data dihimpun dari iklan marketplace online per Oktober 2026, mencakup unit yang aktif ditawarkan pada periode tersebut. Angka yang tercantum adalah indikasi harga iklan, bukan nilai transaksi final.
Wuling Air EV 2022–2024 Jadi Pilihan Terjangkau
Wuling Air EV menempati posisi teratas sebagai mobil listrik bekas termurah dengan harga tengah sekitar Rp120 juta. Unit produksi 2022 hingga 2024 banyak dilepas di rentang Rp95 juta sampai Rp140 jutaan.
Kendaraan ini mengusung konfigurasi empat kursi, cocok untuk mobilitas dalam kota seperti perjalanan kerja atau mengantar anak sekolah. Varian Lite 300 km dibekali baterai berkapasitas 26,7 kWh dengan klaim jarak tempuh resmi mencapai 300 km.
Dalam pemakaian sehari-hari, angka tersebut biasanya lebih pendek, apalagi jika kesehatan baterai sudah menurun. Perbandingan harga baru Lite 300 km yang sekitar Rp251 jutaan dengan unit tahun 2025 berharga tengah Rp132,5 juta menunjukkan selisih besar. Pemeriksaan sisa garansi dan kondisi baterai tetap wajib dilakukan sebelum membeli.
Citroen e-C3 untuk Kebutuhan Harian Bergaya SUV
Citroen e-C3 tahun 2024 ditawarkan sekitar Rp155 juta. Model ini bisa jadi opsi bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik harian dengan desain bertema SUV.
Sebelum memutuskan, telusuri riwayat servis dan kondisi baterai unit yang diminati. Ketersediaan suku cadang serta layanan purnajual di wilayah tempat tinggal perlu dipastikan untuk memperkirakan biaya perawatan jangka panjang.
Neta V 2023–2024, Kabin Lebih Lega
Neta V produksi 2023–2024 dijual di kisaran Rp150 juta hingga Rp200 juta, dengan harga tengah Rp168 juta. Karakter bodinya menawarkan ruang kabin lebih praktis dibanding city car mungil.
Pemeriksaan sistem pengisian daya dan fungsi fitur elektronik menjadi prioritas saat melihat unit bekas model ini. Pastikan pula ada bengkel yang memahami Neta V di sekitar domisili calon pembeli.
Faktor Baterai dan Pengecasan Menentukan Biaya Kepemilikan
Harga beli murah tidak otomatis berarti murah dioperasikan. Kondisi baterai pada mobil listrik bekas menentukan jarak tempuh nyata dan berpotensi menjadi pengeluaran besar jika harus diganti.
Kemudahan akses pengecasan juga perlu dihitung. Konsumen yang tinggal di area tanpa fasilitas pengisian memadai sebaiknya mempertimbangkan ketersediaan colokan rumah atau SPKLU terdekat sebelum membeli.
Pasar mobil listrik bekas Indonesia diperkirakan masih bergerak dinamis seiring bertambahnya unit yang masuk masa trade-in. Bagi pemburu harga murah, membandingkan beberapa iklan dan memeriksa unit secara langsung tetap langkah paling aman.