Sebanyak 100 siswa SMA, MA, dan SMK dari Kecamatan Nambo, Kintom, dan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, berkompetisi dalam ajang adu wawasan "DSLNG Sang Juara" di Pusat Belajar Masyarakat DSLNG, Desa Uso, Kecamatan Batui, Kamis (27/8/2026). Marwah, siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Batui, keluar sebagai juara pertama setelah menyisihkan 99 peserta lainnya dan membawa pulang hadiah uang tunai Rp 3,5 juta.
BANGGAI — Kompetisi yang mengadopsi format kuis Ranking 1 ini menguji peserta di empat bidang sekaligus: pengetahuan umum, pengetahuan alam, biologi, matematika, serta seputar industri migas dan LNG. Setiap soal dibacakan, para siswa menuliskan jawaban di papan masing-masing dan mengangkatnya secara bersamaan. Jawaban yang salah otomatis menghentikan langkah peserta di babak tersebut.
Enam sekolah ambil bagian dalam ajang ini, yakni SMKN 3 Luwuk, Madrasah Aliyah Darussalam Mendono, SMA Negeri 1 Kintom, SMK Muhammadiyah Terpadu Tangkiang, SMA Negeri 1 Batui, dan SMK Negeri 1 Batui. Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya mempertemukan pelajar dari tiga kecamatan di sekitar area operasi perusahaan migas tersebut.
Marwah Tak Menyangka Bisa Menang
Marwah, siswi asal Kelurahan Bakung, Kecamatan Batui, yang juga menjabat sebagai Ketua OSIS di sekolahnya, mengaku sempat gugup sebelum lomba dimulai. Ia mengira lawan-lawannya akan sulit dikalahkan, namun usaha dan persiapannya selama ini membuahkan hasil.
"Rasanya sangat senang dan bangga sekali bisa memenangkan lomba yang diadakan DSLNG ini. Sebelum lomba saya sempat merasa gugup dan ragu apakah saya bisa menang atau tidak, karena saingan saya tentunya tidak mudah. Tapi ternyata semua usaha terbayarkan," ujar Marwah.
Posisi juara kedua diraih Mohammad Zacky dari Kelurahan Balantang dengan hadiah Rp 2 juta, disusul Almisqi Andi Sadewo dari Kelurahan Sisipan yang membawa pulang hadiah Rp 1,5 juta. Ketiga juara tersebut berasal dari sekolah yang sama, SMA Negeri 1 Batui.
Latihan Intensif Sejak Sosialisasi Digelar
Anhar Hasan Aburia, guru bahasa Inggris sekaligus pembina OSIS yang mendampingi siswa SMA Negeri 1 Batui, mengaku bangga atas capaian anak didiknya. Ia menyebut kemenangan ini bukan kebetulan, melainkan hasil latihan intensif yang dilakukan sejak sosialisasi kompetisi diterima pihak sekolah.
"Ini kegiatan yang luar biasa dan pertama di tiga kecamatan. Kami sudah bersiap dengan antusias untuk kompetisi ini dengan latihan selama beberapa hari sejak dilakukan sosialisasi kompetisi ini di sekolah. Kami mengapresiasi atas keberhasilan anak-anak murid kami," kata Anhar.
Bukan Sekadar Lomba, tapi Ruang Belajar Bareng
External Relations Manager DSLNG, Pradipta Sidi, menegaskan kompetisi ini dirancang sebagai ruang belajar yang dikemas dalam suasana kompetitif. Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa dari tiga kecamatan untuk bertemu, berjejaring, dan membangun pengalaman baru di luar lingkungan sekolah masing-masing.
"Kegiatan hari ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara atau siapa yang mampu bertahan sampai akhir. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menambah wawasan, menguji kemampuan, dan membangun kepercayaan diri, dan belajar berkompetisi secara sehat," ujar Pradipta saat membuka kegiatan.
Melalui ajang ini, DSLNG juga ingin memperkenalkan Pusat Informasi Migas DSLNG sebagai fasilitas belajar terbuka bagi pelajar dan masyarakat umum. Salma Sanji, peserta dari MA Darussalam Mendono, menilai format kompetisi ini menuntut konsentrasi tinggi dan penguasaan materi yang luas. "Lombanya seru dan menantang. Kami harus fokus, berpikir cepat, dan benar-benar menguasai pengetahuan," katanya.