Sebanyak 169 personel gabungan dari TNI, BPBD, pemadam kebakaran, kepolisian, dan warga berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area seluas 10 hektare di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Operasi pemadaman yang berlangsung intensif ini melibatkan pemantauan udara menggunakan drone untuk mendeteksi titik api secara akurat.
PALU — Operasi pemadaman karhutla di Desa Alindau berlangsung sejak Kamis pagi, setelah drone milik personel Yonif TP 873/MM mendeteksi tiga titik api yang tersebar di Dusun II dan Dusun VI. Dua titik api berhasil dipadamkan pada siang hari, sementara satu titik di Dusun II masih menyala dan baru dapat dilumpuhkan setelah personel Kodim 1306/KP, Yonif TP 873/MM, dan Brigif TP 30/KN dikerahkan tambahan.
Pemadaman Butuh Waktu Seharian, Drone Jadi Kunci Deteksi
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XXIII/Palaka Wira, Letkol Inf Ronald Patty, menjelaskan bahwa pendeteksian titik api menggunakan drone menjadi langkah awal yang krusial. Hasil pemantauan pada pukul 06.03 WITA menunjukkan dua titik api berada di Dusun II dan satu titik di Dusun VI.
“Penanganan dilakukan secara intensif dengan mengedepankan deteksi titik api menggunakan drone, pengerahan personel ke lokasi, serta dukungan kendaraan dan peralatan pemadaman,” kata Ronald di Palu, Sabtu.
Setelah apel pengecekan personel, tim gabungan langsung bergerak menuju titik api. Proses pemadaman baru tuntas setelah seluruh titik api di Dusun II dan Dusun VI dinyatakan padam, namun personel tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
169 Personel Dikerahkan, Armada Pemadam dari TNI dan Pemkab Dikerahkan
Dalam operasi ini, TNI mengerahkan kekuatan terbesarnya dengan 87 personel, disusul 50 warga yang turun langsung membantu memadamkan api di sekitar permukiman. BPBD menerjunkan 14 personel, sementara pemadam kebakaran dan Polsek Sindue masing-masing mengerahkan 14 dan empat personel.
Dukungan peralatan juga datang dari dua institusi berbeda. Mobil pemadam kebakaran milik TNI dan Pemerintah Kabupaten Donggala dikerahkan bersamaan dengan pompa punggung untuk menjangkau area yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Sinergi Multi-Unsur Jadi Kunci Cegah Karhutla Meluas
Ronald menegaskan bahwa keberhasilan pemadaman ini tidak lepas dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Ia menyebut kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla meluas sekaligus menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.
“Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, personel kembali ke satuan masing-masing,” ujarnya.
Kodam XXIII/Palaka Wira berkomitmen untuk terus bersinergi dalam pencegahan dan penanganan karhutla, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, mengingat musim kemarau masih berpotensi memicu munculnya titik api baru di sejumlah titik rawan.