MOROWALI — Batalyon C Pelopor SatBrimob Polda Sulawesi Tengah membangun tiga jembatan darurat di Kabupaten Morowali sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Jembatan pertama yang diberi nama Jembatan Presisi Jenderal Awaloedin Djamin di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, rampung hanya dalam tujuh hari dan kini sudah bisa dilintasi warga.
MOROWALI — Batalyon C Pelopor SatBrimob Polda Sulawesi Tengah membangun tiga jembatan darurat di Kabupaten Morowali sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Jembatan pertama yang diberi nama Jembatan Presisi Jenderal Awaloedin Djamin di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, rampung hanya dalam tujuh hari dan kini sudah bisa dilintasi warga.
Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Dimas Putra Kembaran, menyampaikan hal itu saat silaturahmi bersama puluhan wartawan Morowali, Jumat (21/8/2026). Menurutnya, pembangunan ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program Presiden Prabowo.
"Ini bentuk nyata kami mendukung program Presiden Prabowo. Polri hadir bukan hanya mengayomi, tapi juga membangun," ujar Kompol Dimas.
Dikerjakan Swadaya oleh Personel, Tanpa Sentuh Anggaran Negara
Yang menarik dari proyek ini adalah sumber dayanya. Jembatan sepanjang 20 meter dengan lantai 14 meter itu dibangun secara swadaya. Tidak ada anggaran yang digelontorkan. Personel Batalyon C Pelopor yang justru turun langsung ke lapangan.
Pembangunan berlangsung cepat. Hanya butuh tujuh hari untuk merampungkan jembatan yang diresmikan Kapolda Sulteng Irjen Pol Nasri Suleman pada 13 Agustus 2026 lalu.
Nama Jembatan Diambil dari Kapolri Pertama Asal Brimob
Nama Jembatan Presisi Jenderal Awaloedin Djamin bukan tanpa makna. Nama itu diambil dari Kapolri pertama yang berasal dari korps Brimob, Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, yang juga dikenal sebagai "Bapak Satpam Indonesia".
Manfaat Langsung: Anak Sekolah Tak Lagi Takut Hanyut
Kehadiran jembatan ini mengubah keseharian warga Desa Bente. Anak sekolah kini bisa berangkat tanpa rasa takut terbawa arus saat musim hujan. Petani bisa mengangkut hasil kebun dengan lebih mudah. Kendaraan roda dua hingga ternak pun sudah bisa melintas dengan aman.
Kompol Dimas menegaskan bahwa jembatan yang ada saat ini masih bersifat sementara. Pihaknya berharap pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen di lokasi yang sama.
"Ini jembatan sementara. Tapi harapan kami besar. Ke depan pasti ada jembatan permanen dari anggaran negara," lanjutnya.
Selain di Desa Bente, Batalyon C Pelopor juga membangun dua jembatan presisi lainnya di wilayah Morowali. Total tiga jembatan yang sudah berdiri sebagai bukti kehadiran Brimob di tengah keterbatasan.
Bagi korps beret hitam ini, pengabdian tidak berhenti pada tugas keamanan. Membangun akses untuk rakyat adalah bagian dari bakti nyata yang terus mereka lakukan.