SULAWESI TENGAH — Cincinnati menjadi turnamen kedua beruntun bagi Jack Draper yang berakhir dengan kekalahan di ronde pembuka. Seminggu setelah tersingkir di Montreal, performa Draper kembali tidak konsisten. Ia tumbang dari Martin Landaluce dalam pertandingan yang berlangsung kurang dari dua jam, Kamis (13/8/2026) waktu setempat.
Kekalahan ini jelas menjadi pukulan telak bagi Draper yang tengah bersiap menghadapi US Open mulai 30 Agustus mendatang. Kondisi fisiknya memang menjadi sorotan, namun yang lebih mengkhawatirkan adalah ketidakmampuannya menjaga ritme permainan di momen krusial.
Enam Peluang Set Point yang Hilang di Set Kedua
Draper memulai laga dengan buruk setelah kehilangan servisnya di game pertama dan kalah di set pembuka. Namun di set kedua, ia tampak bangkit dengan unggul 5-2 setelah berhasil melakukan double-break atas servis Landaluce.
Di sinilah drama terjadi. Draper gagal mengonversi enam peluang set point yang tersebar di tiga game berikutnya. Landaluce memanfaatkan kelengahan itu untuk melakukan dua break beruntun dan menyamakan kedudukan menjadi 5-5.
Draper sempat menyelamatkan satu match point untuk Landaluce dan bahkan memiliki peluang memaksa tie-break. Namun momentum itu sirna, dan petenis Spanyol berusia 21 tahun itu akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan straight sets.
Kekhawatiran Cedera Kembali Menghantui
Ekspresi muram terlihat jelas di wajah Draper di sisa pertandingan. Meski begitu, ia disebut-sebut tidak mengalami masalah kebugaran yang serius setelah laga usai. Ini berbeda dengan kekalahannya di Montreal pekan lalu, di mana kekuatan pukulannya menurun drastis di set ketiga dan ia sempat menangis saat pergantian sisi.
Kekalahan di Montreal memunculkan kekhawatiran bahwa cedera lengan kiri yang membekapnya sejak Juni 2025 kambuh. Kala itu, Draper berada di peringkat keempat dunia, yang merupakan posisi tertinggi dalam kariernya. Namun, kembalinya ia berlatih di lapangan Cincinnati dengan cepat meredakan kekhawatiran tersebut.
Hanya Draper dan timnya yang tahu kondisi fisik sebenarnya. Yang jelas, ia masih jauh dari performa terbaiknya menjelang turnamen Grand Slam terakhir tahun ini di New York.
Norrie Selamatkan Muka Inggris di Cincinnati
Berbeda dengan Draper, Cameron Norrie berhasil melaju ke babak kedua. Ia membalikkan keadaan untuk mengalahkan petenis Kroasia Dino Prizmic dengan skor 3-6, 6-1, 6-4 dalam waktu nyaris dua jam.
Kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan Norrie setelah sempat menelan enam kekalahan beruntun, termasuk tersingkir di babak pertama Wimbledon. Ia mulai menemukan performanya di lapangan keras dengan mencapai semifinal Los Cabos Open dan perempat final Masters 1000 Montreal.
Namun, tugas Norrie tidak akan mudah. Di babak kedua, ia telah dinantikan unggulan teratas Alexander Zverev yang mendapatkan bye di putaran pertama. Seluruh rangkaian ATP dan WTA Tours serta US Open mulai 30 Agustus dapat disaksikan secara langsung di Sky Sports.