Pencarian

1.256 Gempa Susulan Guncang Sigi, BMKG Peringatkan Risiko Longsor dan Banjir Bandang saat Hujan Lebat

Senin, 22 Juni 2026 • 15:21:31 WIB
1.256 Gempa Susulan Guncang Sigi, BMKG Peringatkan Risiko Longsor dan Banjir Bandang saat Hujan Lebat
BMKG mencatat 1.256 gempa susulan mengguncang Kabupaten Sigi hingga kini.

SIGI — Ratusan getaran masih terasa hingga hari-hari terakhir di Kabupaten Sigi. BMKG melaporkan total 1.256 gempa susulan telah terekam, dan masyarakat diminta untuk tidak lengah. Ancaman terbesar kini bukan hanya dari guncangan itu sendiri, melainkan dari efek ikutannya: tanah yang terus melunak karena diguncang berulang kali.

Mengapa Tanah Labil Jadi Ancaman Saat Hujan?

Setiap gempa susulan yang terjadi, meski berkekuatan kecil, terus mengganggu struktur tanah di lereng-lereng perbukitan Sigi. BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini membuat tanah menjadi semakin rentan. Ketika hujan lebat turun, air akan meresap dan memperberat massa tanah yang sudah tidak stabil, sehingga bisa memicu longsor secara tiba-tiba.

Kepala BMKG setempat dalam keterangan resminya menekankan bahwa risiko banjir bandang juga ikut membesar. Material tanah yang gembur bisa langsung terbawa aliran air deras dari perbukitan ke pemukiman warga di bawahnya.

Waktu Kritis: Waspada Saat Intensitas Hujan Meningkat

Peringatan ini bukan tanpa dasar. Data curah hujan di wilayah Sigi dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren peningkatan. BMKG mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan kaki bukit untuk lebih waspada, terutama pada sore hingga malam hari saat potensi hujan lebat paling tinggi.

Masyarakat diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika melihat tanda-tanda alam seperti retakan tanah yang melebar atau air sungai yang tiba-tiba keruh dan naik. Langkah antisipasi mandiri ini dinilai krusial mengingat medan di Sigi yang berbukit dan akses yang terbatas.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Warga Terdampak?

Pemerintah Kabupaten Sigi bersama BPBD setempat telah menempatkan personel di titik-titik rawan bencana untuk melakukan pemantauan. Selain itu, jalur evakuasi dan titik kumpul darurat kembali disosialisasikan ke kampung-kampung yang berada di zona merah.

BMKG juga terus memperbarui data aktivitas seismik secara berkala. Masyarakat bisa mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG untuk mengetahui perkembangan terkini gempa susulan dan potensi cuaca ekstrem. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama menghadapi situasi pascagempa yang masih berlangsung ini.

Bagikan
Sumber: radarpalu.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks