SIGI — Tim BPBD Sulawesi Tengah kini bergerak cepat mendata setiap rumah yang roboh atau rusak berat akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,2 yang mengguncang Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu. Data ini menjadi kunci untuk menentukan besaran bantuan yang akan diterima para korban.
Proses pendataan dilakukan door-to-door oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Mereka mencatat kondisi bangunan, jumlah jiwa dalam satu kepala keluarga, serta kebutuhan mendesak warga.
Bantuan Rp50 Juta untuk Rumah Rusak Berat
Berdasarkan data sementara di lapangan, rumah dengan kategori rusak berat akan mendapat bantuan perbaikan senilai lebih dari Rp50 juta. Sementara itu, rumah rusak sedang dan ringan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang terverifikasi.
Kepala BPBD Sulawesi Tengah menyebutkan bahwa angka tersebut mengacu pada standar yang ditetapkan pemerintah pusat untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Proses pencairan dana akan dilakukan setelah semua data diverifikasi dan divalidasi.
Huntara Segera Dibangun di Lokasi Aman
Pembangunan huntara menjadi prioritas agar warga tidak terus-menerus tinggal di tenda pengungsian. BPBD telah menyiapkan sejumlah titik lokasi yang dinilai aman dari potensi gempa susulan dan longsor.
Huntara akan dibangun dengan material semipermanen yang lebih layak huni dibandingkan tenda darurat. Setiap unit dirancang untuk menampung satu keluarga dengan fasilitas dasar seperti tempat tidur, dapur sederhana, dan sanitasi.
Apa Langkah Selanjutnya bagi Warga Terdampak?
Setelah pendataan rampung, BPBD akan mengumumkan daftar penerima bantuan secara terbuka di setiap desa. Warga yang datanya belum tercatat diminta segera melapor ke posko pengungsian terdekat.
Proses pembangunan huntara ditargetkan mulai berjalan dalam dua pekan ke depan. BPBD juga mengimbau warga yang rumahnya masih bisa ditempati untuk tidak buru-buru membongkar bangunan sebelum diverifikasi petugas.