SULAWESI TENGAH — PT BYD Motor Indonesia akhirnya mengumumkan harga resmi M6 DM untuk pasar dalam negeri, Jumat (12/6). MPV berteknologi plug-in hybrid (PHEV) ini tersedia dalam dua varian utama, Classic dan Cross, dengan banderol yang langsung menempatkannya di segmen paling ramai di Tanah Air.
Dua Varian dengan Jarak Tempuh Bensin-Listrik Hingga 1.800 Km
BYD M6 DM Classic dibanderol mulai Rp298 juta hingga Rp318 juta OTR Jakarta tergantung tipenya. Sementara varian Cross dipatok Rp360 juta sampai Rp390 juta. Perbedaan harga ini sejalan dengan kapasitas baterai yang ditawarkan.
Varian Classic mengusung baterai 7,4 kWh, sedangkan Cross dibekali baterai 18,3 kWh. Keduanya tetap mengandalkan mesin bensin 1.500 cc yang menghasilkan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm. BYD mengklaim konsumsi BBM mencapai 65 km/liter dengan total jarak tempuh hingga 1.800 km dalam kondisi tangki penuh dan baterai penuh.
Head-to-Head: Wuling Darion PHEV, Veloz Hybrid, dan Starray EM-i
Dengan rentang harga tersebut, BYD M6 DM langsung bertarung di tiga front sekaligus. Pertama, Wuling Darion PHEV yang merupakan MPV berukuran lebih besar. Darion PHEV menggunakan mesin 1.490 cc dan motor listrik 145 kW dengan torsi 230 Nm. Baterai 20,5 kWh-nya mampu menempuh 125 km dalam mode listrik murni, dan total jarak tempuh kombinasi mencapai 1.000 km. Harganya mulai Rp449 juta hingga Rp499 juta.
Kedua, Toyota Veloz Hybrid yang notabene full hybrid, bukan PHEV. Veloz Hybrid tidak perlu diisi daya eksternal. Mesin 1.500 cc-nya menghasilkan 89,9 HP dan torsi 121 Nm, ditambah motor listrik 79 HP dan torsi 141 Nm. Konsumsi BBM-nya 28,9 km/liter dalam kota, dengan harga mulai Rp303 juta hingga Rp389 juta.
Ketiga, Geely Starray EM-i yang meski berstatus SUV, dianggap sebagai pesaing langsung karena sama-sama PHEV. Starray EM-i mengusung mesin 1.499 cc (73 kW, 125 Nm) dan motor listrik 160 kW (262 Nm). Baterai 18,4 kWh-nya mampu menempuh 105 km dalam mode listrik murni, dengan harga sekitar Rp499 juta.
Strategi BYD: Harga Agresif untuk PHEV Pertama di Indonesia
Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, mengatakan kehadiran teknologi DM (Dual Mode) memberi alternatif bagi masyarakat yang ingin merasakan elektrifikasi dengan fleksibilitas lebih tinggi.
"Kami berharap BYD M6 DM dapat memperluas akses terhadap teknologi kendaraan energi baru sekaligus mendukung percepatan transformasi mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia," ujar Luther dalam keterangan resminya.
Dengan harga mulai di bawah Rp300 juta, BYD M6 DM menjadi PHEV termurah di kelas MPV saat ini. Tantangannya: meyakinkan konsumen yang selama ini lebih akrab dengan full hybrid ala Toyota atau PHEV berukuran besar seperti Wuling Darion. Ketersediaan unit di dealer-dealer BYD dijadwalkan mulai pekan depan.