Pencarian

BRI Optimistis Pasar Modal Stabil, Kredit Perbankan Tumbuh 9,98% di April 2026

Jumat, 12 Juni 2026 • 18:16:31 WIB
BRI Optimistis Pasar Modal Stabil, Kredit Perbankan Tumbuh 9,98% di April 2026
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan optimisme terhadap stabilitas pasar modal Indonesia.

SULAWESI TENGAH — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut baik dukungan lintas lembaga terhadap pasar modal Indonesia. Pertemuan yang digelar di Jakarta pada 9 Juni 2026 itu dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta jajaran direksi BUMN dan Himbara. Salah satu topik hangat yang dibahas adalah wacana buyback saham emiten pelat merah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai langkah ini menjadi bukti nyata optimisme terhadap prospek jangka panjang perusahaan negara, khususnya perbankan. “Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global,” ujar Hery dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (11/6).

Fundamental Perbankan: Kredit Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Kuat

Hery yang juga menjabat Ketua Umum Perbanas membeberkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga April 2026. Kredit perbankan nasional tumbuh 9,98% secara tahunan (year on year/yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40%. Angka ini menunjukkan fungsi intermediasi berjalan efektif dan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih tinggi.

“Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik,” jelas Hery. Selain itu, kualitas aset, likuiditas, dan permodalan bank dinilai dalam kondisi solid.

Buyback Saham BUMN: Masih Dikaji, Fokus Utama Tetap Fundamental

Terkait wacana pembelian kembali saham (buyback) emiten BUMN, Hery menegaskan perseroan tidak akan gegabah. Setiap aksi korporasi akan dikaji secara cermat dan mengikuti ketentuan regulator. Saat ini, prioritas BRI adalah memperkuat fundamental perusahaan dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.

“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku,” pungkas Hery.

Bagi pelaku pasar, pernyataan ini menjadi angin segar. Stabilitas pasar yang terjaga dinilai krusial untuk menjaga iklim investasi yang sehat. Dengan kinerja kredit yang masih tumbuh positif dan likuiditas yang melimpah, sektor perbankan nasional diproyeksikan tetap menjadi primadona di bursa saham Indonesia.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks