SULAWESI TENGAH — Dony Oskaria yang juga menjabat Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN menegaskan, kinerja bank-bank negara bisa diverifikasi langsung oleh publik. Pasalnya, seluruh emiten perbankan pelat merah merupakan perusahaan terbuka yang rutin mempublikasikan laporan keuangan.
"Fundamentalnya bank-bank kita itu dalam posisi yang terbaik hari ini. Bisa dilihat kok karena mereka bank terbuka, bisa dilihat bukunya," ujar Dony di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah Himbara
Pernyataan serupa disampaikan Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Putrama Wahju Setyawan. Ia mengklaim, capaian operasional dan keuangan perbankan BUMN saat ini merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah Himbara.
"Dapat kami sampaikan bahwa secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," kata Putrama.
Sejumlah indikator utama disebutkan untuk membuktikan kondisi sehat tersebut. Pertumbuhan kredit bank-bank Himbara rata-rata mencapai sekitar 20 persen. Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) berada di kisaran 20 hingga 30 persen.
Likuiditas Terjaga, Kredit Macet Rendah
Dari sisi likuiditas, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) berada di level 88 hingga 90 persen. Angka ini menunjukkan perbankan masih memiliki ruang untuk menyalurkan kredit tanpa mengganggu kecukupan dana.
Kualitas aset pun dinilai stabil. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) rata-rata tercatat di bawah 2 persen. "Selain itu juga loan loss reserve, credit cost juga terjaga, rata-rata NPL ada di bawah kisaran 2 persen," ujar Putrama.
Buyback Saham Jadi Opsi Stabilisasi
Menanggapi gejolak harga saham, Dony Oskaria menilai langkah pembelian kembali saham atau buyback merupakan praktik lazim. Menurutnya, aksi korporasi itu wajar dilakukan ketika harga pasar tidak lagi mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
"Itu yang terjadi bahwa memang banyak saham-saham kita yang fundamentalnya sangat bagus," ujarnya.
Sebelumnya, pimpinan DPR RI menggelar pertemuan dengan jajaran Himbara, BP BUMN, BPI Danantara Indonesia, dan perwakilan pemerintah. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pembahasan difokuskan pada pergerakan saham-saham BUMN yang tertekan akibat sentimen global, meski fundamentalnya dinilai kuat. Pertemuan itu juga membahas kemungkinan pelaksanaan buyback saham pada waktu yang tepat demi menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor.