Pencarian

Iran Tuding Serangan Israel Sepenuhnya Dikoordinasikan dengan Komando Pusat AS

Senin, 08 Juni 2026 • 22:01:01 WIB
Iran Tuding Serangan Israel Sepenuhnya Dikoordinasikan dengan Komando Pusat AS
Serangan udara Israel dilaporkan menghantam kompleks petrokimia di barat daya Iran.

SULAWESI TENGAH — Pernyataan Teheran ini menjadi eskalasi retorika tertinggi sejak gencatan senjata sementara pada 8 April lalu gagal memulihkan stabilitas. Baqaei menyebut keterlibatan AS bukan sekadar dukungan politik, melainkan koordinasi taktis di tingkat komando militer. "Tanggung jawab langsung Amerika Serikat atas tindakan rezim zionis jelas, dan konsekuensi dari meningkatnya ketegangan juga akan ditanggung oleh AS," ujarnya dalam keterangan yang dikutip IRNA.

Target Serangan: Kompleks Petrokimia di Barat Daya Iran

Serangan udara Israel dilaporkan menghantam sebuah perusahaan petrokimia di kawasan barat daya Iran. Pejabat setempat menyebutkan kompleks industri tersebut mengalami kerusakan parsial akibat serangan itu. Insiden ini terjadi bersamaan dengan bunyinya sirene peringatan di sejumlah kota di Israel, yang dipicu oleh peluncuran rudal balasan dari pihak Iran.

Kritik Terhadap Sikap Badan Atom Internasional

Dalam kesempatan yang sama, Baqaei juga melontarkan kritik pedas terhadap Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi. Ia menilai pendekatan Grossi terhadap program nuklir Iran bersifat politis dan tidak bertanggung jawab. Tuduhan ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi antara Teheran dan Badan Energi Atom Internasional terkait inspeksi fasilitas nuklir yang belum terselesaikan.

Gencatan Senjata Gagal Meredam Ketegangan Regional

Kawasan Timur Tengah kembali berada dalam tekanan tinggi setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari lalu. Iran membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara regional lain yang dianggap menampung aset militer AS. Kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada 8 April hanya bertahan singkat. Negosiasi lanjutan terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan di lapangan serta perkembangan situasi keamanan regional selanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Indonesia terkait eskalasi terbaru ini. Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya telah menyerukan de-eskalasi dan dialog di kawasan melalui forum multilateral.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks