SULAWESI TENGAH — Kapolsek Tebet, AKP Ischak, mengungkapkan modus operandi yang tergolong baru dalam kasus curanmor di Jakarta Selatan ini. Pelaku berinisial SFX memanfaatkan platform Facebook untuk mencari korban yang menjual motor bekas. Komunikasi dilakukan secara daring hingga tercapai kesepakatan harga dan lokasi transaksi.
Kronologi di Lokasi Transaksi: Pura-pura Cek Surat, Lalu Test Drive
Pertemuan antara SFX dan korban terjadi di kediaman korban di Jalan Teuku Kukur, Bukit Duri, Tebet, pada 25 Mei 2026. Di lokasi, pelaku bertindak meyakinkan. Ia memeriksa seluruh kelengkapan surat kendaraan—mulai dari BPKB, STNK, nomor rangka, nomor mesin, hingga faktur.
Saat korban lengah masuk ke dalam rumah, SFX bertindak cepat. Surat-surat kendaraan langsung dimasukkan ke dalam jok motor. Pelaku kemudian berpura-pura meminta izin untuk melakukan test drive dengan meninggalkan jaminan.
"Dan pelaku meminta untuk melakukan test drive dengan jaminan," ujar Ishak dalam konferensi pers di Mapolsek Tebet, Rabu (2/6/2026), dikutip dari Kompas.com.
Jaminan Palsu: Dua Ponsel KW yang Berujung Laporan Polisi
Jaminan yang ditinggalkan SFX berupa sebuah tas hitam berisi dua ponsel: iPhone 17 Pro Max dan Samsung Z-Fold. Namun, setelah motor dibawa kabur, korban baru menyadari bahwa kedua ponsel tersebut adalah barang replika alias KW. Kerugian material yang dialami korban adalah satu unit motor bekas yang ditawarkan.
Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan. SFX berhasil ditangkap dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini menjadi pengingat bagi pengguna platform jual beli online, khususnya transaksi barang bernilai tinggi seperti kendaraan bermotor.
Langkah Antisipasi: Jangan Mudah Tergiur Jaminan Fisik
Modus menjaminkan barang elektronik saat transaksi tatap muka memang bukan hal baru, namun pelaku terus menyempurnakannya dengan barang replika yang tampak meyakinkan. Polsek Tebet mengimbau masyarakat untuk melakukan transaksi di tempat yang ramai atau di hadapan saksi yang dapat dipercaya.
Pemeriksaan terhadap barang jaminan juga perlu dilakukan secara teliti sebelum kendaraan dilepas untuk test drive. Pastikan nomor IMEI atau keaslian barang bisa diverifikasi saat itu juga. Jika ragu, jangan berikan kunci atau surat kendaraan sebelum uang diterima secara penuh.