Pencarian

Polres Jakarta Timur Tangkap Pemilik WO Marwah, 58 Pasangan Calon Pengantin Jadi Korban dengan Kerugian Capai Rp 2,6 Miliar

Minggu, 31 Mei 2026 • 15:51:01 WIB
Polres Jakarta Timur Tangkap Pemilik WO Marwah, 58 Pasangan Calon Pengantin Jadi Korban dengan Kerugian Capai Rp 2,6 Miliar
Polres Jakarta Timur mengamankan pemilik WO Marwah terkait penipuan 58 pasangan calon pengantin.

SULAWESI TENGAH — Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal membenarkan penangkapan terduga pelaku yang menjalankan usaha WO Marwah di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur. “Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan owner Wedding Organizer (WO) Marwah yang diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap para calon pengantin,” kata Kombes Alfian kepada wartawan di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Dua Pasangan Nikah Tanpa Fasilitas, 56 Lainnya Batal Gelar Resepsi

Dari 58 pasangan yang melapor, polisi mencatat dua di antaranya telah menjalani pernikahan namun tidak mendapatkan fasilitas sesuai perjanjian. Sementara 56 pasangan lainnya gagal melangsungkan acara pernikahan yang sudah direncanakan karena ulah WO Marwah.

“Dari jumlah tersebut, 2 pasangan telah melaksanakan pernikahan namun tidak memperoleh fasilitas sesuai yang dijanjikan, sedangkan 56 pasangan lainnya belum dapat melaksanakan acara pernikahan yang telah direncanakan,” tegas Kombes Alfian.

Modus Promo Instagram hingga Kantor Tiba-tiba Kosong

Salah satu korban, Feny (32), menceritakan awal mula ia dan tunangannya, Aldi (32), tergiur dengan paket promo yang ditawarkan WO Marwah melalui Instagram. Setelah berkomunikasi intens, pasangan tersebut membayar uang muka (DP) sebesar Rp 85,5 juta untuk paket pernikahan.

“Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp 85,5 juta,” kata Feny.

Kepercayaan Feny semakin besar setelah pihak WO mengajaknya food testing, melihat langsung vendor dekorasi, makeup artist (MUA), hingga contoh pelaminan. Ia bahkan sempat melakukan uji coba baju pengantin di kantor WO tersebut. Pelunasan pun dilakukan bertahap, termasuk penambahan jumlah pax pada Mei 2026.

Kecurigaan mulai muncul saat technical meeting (TM) secara online yang berlangsung sangat singkat. Puncaknya, pada H-10 pernikahan, pihak gedung di Bekasi menghubungi Feny untuk meminta pelunasan karena WO Marwah belum membayar. Saat dikonfirmasi, pihak WO tidak memberikan respons.

Polisi Dalami Aliran Dana dan Identifikasi Korban Lain

H-1 sebelum hari pernikahan, Feny dan Aldi mendatangi kantor WO Marwah di JGC Cakung. Namun, kantor yang sebelumnya tampak meyakinkan itu sudah dalam kondisi kosong. “Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara menyeluruh modus operandi yang digunakan serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kombes Alfian.

Polisi masih membuka posko pengaduan untuk menjaring korban lain yang belum melapor. Kerugian total diperkirakan terus membengkak seiring bertambahnya jumlah pasangan yang menjadi korban penipuan berkedok jasa pernikahan ini.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks