SULAWESI TENGAH — Denza Z9 GT, yang disebut sebagai "mobil listrik dengan jarak tempuh terpanjang di dunia" saat diluncurkan, kini menjadi bukti nyata daya tarik teknologi Flash Charging BYD. Dalam pernyataan resmi, Denza menyebut mobil ini "mendefinisikan ulang kemewahan" dengan angka penjualan yang terus meningkat.
Teknologi Baterai 2.0 dan Flash Charging 1.500 kW
Rahasia di balik pencapaian ini adalah paket baterai Blade Battery 2.0 berkapasitas 122 kWh. Teknologi ini memungkinkan Z9 GT menempuh jarak hingga 1.036 km dalam siklus pengujian CLTC untuk varian listrik murni.
Fitur paling revolusioner adalah sistem Flash Charging yang mendukung daya pengisian hingga 1.500 kW. BYD mengklaim stasiun pengisian baru mereka mampu mengisi baterai dari 10% ke 70% hanya dalam lima menit. Untuk pengisian penuh dari 10% ke 97%, waktu yang dibutuhkan hanya sembilan menit.
Performa Supercar dengan Harga Kejutan
Denza Z9 GT dibangun di atas platform e3 dengan tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga kombinasi 1.140 hp (850 kW). Tenaga ini mendorong mobil berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari tiga detik.
Meski berperforma supercar, harga varian listrik murni di China dimulai dari angka yang mengejutkan: 269.800 yuan atau sekitar US$40.000. Dengan kurs saat ini, angka tersebut setara dengan kisaran Rp 640 juta. Denza juga menawarkan varian PHEV (plug-in hybrid) sebagai opsi.
Ekspansi Eropa dengan Banderol Tiga Kali Lipat
Setelah sukses di dalam negeri, Denza Z9 GT mulai dijual di Eropa pada bulan lalu. Namun, banderolnya melonjak drastis. Di Jerman dan Prancis, harga jualnya mencapai €115.000 (sekitar US$134.500 atau Rp 2,15 miliar), lebih dari tiga kali lipat harga di China.
Meski demikian, BYD tetap percaya diri. Stella Li, wakil presiden eksekutif BYD, menyebut Z9 GT sebagai "tonggak penting bagi merek kami" di Eropa dan "pilihan sempurna" untuk memperkenalkan teknologi Flash Charging secara global. Pesaing utamanya, Porsche Panamera, dibanderol mulai €116.400 di Jerman.
Dengan dimensi yang identik—panjang 5.195 mm, lebar 1.990 mm, dan jarak sumbu roda 3.125 mm—Z9 GT siap bersaing langsung. Untuk pasar Eropa, jarak tempuh versi EV diklaim mencapai 599 km dalam siklus WLTP.
Pasokan Tersendat, Permintaan Melonjak
CEO BYD, Wang Chuanfu, sebelumnya mengakui bahwa permintaan untuk model-model baru dengan sistem baterai dan pengisian cepat ini telah melampaui kapasitas produksi. Pemesanan yang menumpuk menjadi tantangan tersendiri bagi pabrikan asal Shenzhen ini.
Rencana ekspansi Denza tidak berhenti di Eropa. Perusahaan menargetkan untuk hadir di 30 negara pada akhir tahun 2026. Pemesanan perdana di Eropa sudah dibuka di lima negara: Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris.