Pencarian

Imigrasi Morowali Gaet Media dan Masyarakat Awasi Orang Asing Lewat Aplikasi APOA, Ini Tujuannya

Selasa, 19 Mei 2026 • 18:30:09 WIB
Imigrasi Morowali Gaet Media dan Masyarakat Awasi Orang Asing Lewat Aplikasi APOA, Ini Tujuannya
Kantor Imigrasi Morowali sosialisasikan aplikasi APOA untuk pengawasan tenaga kerja asing.

MOROWALI — Mobilitas tenaga kerja asing (TKA) yang tinggi di Kabupaten Morowali mendorong Kantor Imigrasi setempat memperkuat sistem pengawasan. Caranya bukan hanya lewat jalur birokrasi, tetapi juga menggandeng wartawan dan masyarakat umum sebagai mitra strategis.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali, Yusva Aditya, yang diwakili oleh Galih Nur Rahartadi, menekankan bahwa aplikasi APOA adalah inovasi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk menciptakan sistem pelaporan yang cepat, mudah, dan transparan. "Keterlibatan pengelola penginapan, perusahaan, serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan pengawasan orang asing yang optimal," ujarnya dalam kegiatan Media Gathering dan Sosialisasi APOA, baru-baru ini.

Bagaimana APOA Bekerja Mengawasi WNA di Morowali?

Aplikasi ini dirancang agar setiap pihak—dari pemilik hotel hingga pengurus RT—dapat melaporkan keberadaan orang asing di lingkungannya secara langsung. Data yang masuk kemudian terintegrasi dengan sistem keimigrasian pusat, sehingga pengawasan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada patroli petugas lapangan.

Kegiatan yang digelar di Morowali itu juga menghadirkan narasumber dari pemerintah daerah. Ahmad, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali, memaparkan materi tentang pembinaan pemberi kerja TKA. Ia mengingatkan perusahaan agar patuh pada regulasi ketenagakerjaan dan keimigrasian, termasuk kewajiban melaporkan tenaga kerja asing yang mereka pekerjakan.

Media Jadi Jembatan Informasi Publik

Di sesi lain, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Morowali, Albakarah Firmansyah, menyoroti peran strategis media. Menurutnya, wartawan tidak hanya menjadi corong informasi, tetapi juga garda depan dalam menyebarluaskan pemahaman tentang aturan keimigrasian kepada masyarakat secara cepat dan akurat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, turut mendukung penuh kegiatan ini. Ia berharap sosialisasi APOA mampu memperkuat koordinasi antarinstansi, demi menjaga stabilitas dan keamanan wilayah dari potensi pelanggaran yang melibatkan orang asing.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan sentuhan teknologi, Kantor Imigrasi Morowali optimistis pengawasan keimigrasian di daerah itu bisa berjalan lebih responsif. Langkah ini dinilai adaptif terhadap dinamika global yang membuat pergerakan orang asing kian cepat dan kompleks.

Bagikan
Sumber: dteksinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks