Pencarian

BRI Bawa Produk Sagu Papua Japamo Tembus Pasar Singapura

Sabtu, 09 Mei 2026 • 23:06:01 WIB
BRI Bawa Produk Sagu Papua Japamo Tembus Pasar Singapura
BRI mendukung UMKM Japamo membawa produk olahan sagu Papua ke pameran FHA 2026 di Singapura.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sukses memboyong UMKM asal Jayapura, Japamo, untuk memamerkan produk olahan sagu modern di ajang Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura pada 21-24 April 2026. Langkah strategis ini membuahkan hasil nyata dengan munculnya minat serius dari pembeli asal Jepang dan Korea Selatan terhadap camilan sehat bebas gluten tersebut. Partisipasi ini mempertegas peran BRI dalam mengeskalasi kapasitas UMKM lokal menuju ekosistem perdagangan internasional secara berkelanjutan.

Komoditas sagu asal Papua kini tidak lagi sekadar panganan tradisional yang dikemas sederhana. Di tangan Rini Eko Setiani, pemilik merek Japamo, bahan baku lokal ini bertransformasi menjadi aneka cookies dan camilan kekinian yang mampu bersaing di pasar global. Kehadiran Japamo di Singapura merupakan bagian dari upaya BRI memperluas akses pasar bagi pelaku usaha binaan ke level mancanegara.

Buyer Jepang dan Korea Lirik Potensi Sagu Papua

Selama empat hari pameran di Singapura, stan Japamo terpantau konsisten didatangi pengunjung internasional. Produk olahan sagu ini dinilai memiliki nilai jual tinggi karena selaras dengan tren gaya hidup sehat dunia yang mencari alternatif pangan bebas gluten (gluten-free). Ketertarikan ini datang dari pelaku usaha di negara-negara dengan standar kualitas pangan ketat.

“Respons pasar cukup positif. Sejumlah pengunjung dari Jepang dan Korea menunjukkan ketertarikan terhadap produk berbasis sagu sebagai alternatif gluten free, dan telah meminta katalog serta sampel untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut,” jelas Rini Eko Setiani.

Bagi Rini, ajang FHA 2026 menjadi pembuktian bahwa inovasi produk adalah kunci untuk menembus batas teritorial. Japamo tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga menonjolkan aspek kesehatan dan kemasan yang praktis. Hal ini membuat produk asal Jayapura tersebut mudah diterima oleh lidah konsumen internasional yang sangat selektif.

Inkubasi Rumah BUMN BRI Dorong Skala Produksi

Perjalanan Japamo hingga mencapai pasar Singapura tidak terjadi dalam semalam. Sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jayapura pada 2019, Rini mendapatkan pendampingan intensif mulai dari manajemen sumber daya manusia hingga strategi digital marketing. Pendampingan ini terbukti efektif mengubah skala bisnis yang semula hanya industri rumahan kecil menjadi produsen yang mampu mengolah ratusan kilogram tepung sagu setiap bulannya.

Legalitas usaha menjadi aspek krusial yang dibenahi melalui program pembinaan BRI. Saat ini, Japamo telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kelengkapan administrasi ini menjadi modal utama Japamo untuk masuk ke jaringan ritel modern di berbagai kota seperti Sentani, Wamena, Merauke, Timika, hingga Sorong.

“Melalui program tersebut, Japamo memperoleh pembekalan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, mulai dari pengelolaan SDM, operasional, hingga strategi pemasaran. Kami menyadari bahwa untuk terus bertumbuh, kami harus belajar,” ungkap Rini mengenai manfaat pelatihan yang ia terima dari BRI UMKM EXPO(RT).

Upaya BRI Memperkuat Rantai Pasok Global

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., menyatakan bahwa keberhasilan Japamo menembus pasar Singapura merupakan indikator kuat meningkatnya daya saing produk lokal Indonesia. BRI berkomitmen untuk terus berperan sebagai enabler yang membantu UMKM tidak hanya jago kandang, tetapi juga mampu terintegrasi dalam rantai pasok dunia.

“Pencapaian UMKM binaan BRI di pasar global merupakan validasi bahwa produk Indonesia mampu memenuhi standar kualitas internasional. Fokus kami adalah membangun kepercayaan pasar global sekaligus memastikan UMKM Tanah Air dapat terintegrasi dalam rantai pasok dunia secara berkelanjutan,” tegas Dippo.

Ke depan, BRI berencana memperkuat program serupa untuk memastikan lebih banyak komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai tambah tinggi. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi perekonomian daerah, khususnya di wilayah Papua, melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam yang melimpah secara lebih modern dan profesional.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks