IMIP Salurkan Mesin Bedengan hingga Benih Semangka untuk Poktan Bumi Air di Morowali

Penulis: Lukman Hakim  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:46:31 WIB
Mesin bedengan hingga benih semangka disalurkan IMIP kepada Kelompok Tani Bumi Air di Morowali.

MOROWALI — Penyaluran bantuan menjadi bagian dari program pembinaan pertanian yang dijalankan IMIP di sekitar kawasan industri. Kelompok Tani Bumi Air menerima paket sarpras lengkap, mulai dari alat pengolahan lahan sampai nutrisi hidroponik.

Section Head Ekonomi Pilar CSR Departemen PT IMIP, Tarya, mengatakan program ini menyasar petani yang sebelumnya belum tergabung dalam kelompok tani. Penguatan kelembagaan dan legalitas jadi langkah awal, disusul dukungan peralatan dan bibit.

Apa Saja yang Diterima Poktan Bumi Air

Bantuan yang disalurkan meliputi mesin bedengan, kultivator, sprayer, pH meter, dan TDS meter. IMIP juga menyerahkan pupuk kandang, NPK Mutiara, pupuk SP36, nutrisi hidroponik, kawat pagar, serta benih semangka dan melon.

Paket alat ukur pH dan TDS menunjukkan pembinaan diarahkan ke pertanian yang lebih terukur, bukan sekadar bagi-bagi bibit. Kedua alat itu biasa dipakai untuk memantau kualitas air dan larutan nutrisi, terutama pada budi daya hidroponik.

Bukan Bantuan Pertama, Ini Rekam Jejak Program

Sebelumnya, IMIP menyalurkan bantuan pertanian kepada tiga kelompok tani: To'epe Bahodopi, Muda Mandiri Keurea, dan Trans Tani Raya Bahomakmur. Bantuan saat itu berupa 10 mesin kultivator, tiga mesin bedengan, 15 sprayer, 300 karung pupuk kandang, 120 karung kapur dolomit, serta 114 paket bibit sayuran.

Pola penyaluran yang berulang ke beberapa kelompok menunjukkan program dijalankan bertahap, bukan seremonial sekali jalan. Tiap kelompok menerima paket yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap pembinaannya.

Petani Mulai Tanam Semangka dan Melon

Ketua Poktan Bumi Air, Salahudin, menyampaikan kelompoknya mulai menanam semangka dan melon. Dengan dukungan fasilitas hidroponik, pupuk, bibit, dan peralatan pertanian, ia berharap produksi di lahan sekitar satu hektare bisa meningkat.

"Ia juga berharap hasil pertanian mereka nantinya dapat memenuhi kebutuhan kawasan industri IMIP, sekaligus mendorong perkembangan usaha tani masyarakat Desa Makarti," demikian disampaikan Salahudin dalam keterangan yang dikutip dari bahan.

Budi Daya hingga Standar Kualitas Jadi Fokus Pembinaan

Tarya menyebut pembinaan dilakukan secara berkelanjutan. Cakupannya meliputi teknik budi daya, manajemen kelompok, hingga pemenuhan standar kualitas hasil pertanian.

Bagi warga Desa Makarti, arah program ini berpotensi membuka jalur pasok ke kawasan industri. Jika hasil panen memenuhi standar, permintaan dapur karyawan dan kantin perusahaan bisa menjadi pasar tetap bagi petani sekitar.

IMIP belum menyebut target produksi maupun jadwal panen pertama Poktan Bumi Air. Yang jelas, kelompok berusia enam bulan itu kini punya peralatan dan bibit untuk menggarap lahan sekitar satu hektare.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: truestory.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top