SULAWESI TENGAH — Menyusun itinerary Jepang sering bikin bingung karena pilihan destinasinya terlalu banyak. Dari observasi Tokyo hingga desa tua di Shirakawago, daftar berikut merangkum tempat yang paling sering direkomendasikan wisatawan. Simpan sebagai bahan pertimbangan sebelum booking tiket.
Jepang punya kombinasi langka: kota modern yang padat, alam yang tenang, dan warisan budaya yang masih terawat. Bagi pelancong pertama kali, memilih destinasi bisa jadi tantangan tersendiri. Daftar ini membantu memetakan mana saja yang layak diprioritaskan.
Distrik Shibuya dikenal lewat Shibuya Crossing, penyeberangan pejalan kaki tersibuk di dunia. Di kawasan yang sama berdiri Shibuya Sky, titik observasi yang menyuguhkan panorama Tokyo dari ketinggian. Dari sini, Tokyo Skytree, Tokyo Tower, dan Gunung Fuji bisa terlihat sekaligus dalam satu pandangan.
Buat yang berangkat bersama keluarga, Universal Studios Japan di Osaka jadi opsi kuat. Atraksinya beragam, mulai dari roller coaster, wahana air, hingga bioskop. Banyak atraksi mengangkat tema film Hollywood, jadi penggemar film juga bakal betah berlama-lama.
Istana Kekaisaran Tokyo berdiri di jantung kota dan jadi kediaman utama Kaisar Jepang. Kawasannya dikelilingi taman yang tertata rapi dan terbuka untuk dijelajahi. Wisatawan bisa ikut tur berpemandu untuk menyelami sejarah Jepang langsung dari lokasinya.
Gunung setinggi 3.776 meter ini sudah jadi landmark Jepang sejak lama. Kamu bisa menikmatinya dari kejauhan atau mencoba jalur pendakian resmi. Kombinasi tantangan fisik dan pemandangan alamnya bikin pengalaman ini sulit dilupakan.
Penggemar animasi Studio Ghibli sebaiknya menyempatkan mampir ke museum ini. Isinya patung seukuran asli, robot ikonik, gambar produksi, hingga rancangan animasi. Ada juga ruang pemutaran khusus untuk film pendek. Lokasinya di Taman Inokashira, Mitaka, sebelah barat Tokyo.
Kuil Buddha di Kyoto ini termasuk yang paling populer di Jepang. Bangunannya dua lantai dengan dekorasi mewah yang memantul di permukaan danau di depannya. Latar hutan lebat di belakang kuil melengkapi komposisi yang fotogenik.
Kastil ini dibangun tahun 1586 oleh Toyotomi Hideyoshi dan dulu jadi benteng terpenting Jepang. Menara utamanya setinggi 42 meter dengan lima lantai. Dari lantai paling atas, pengunjung bisa melihat panorama Kota Osaka.
Kepulauan Okinawa terdiri dari lebih dari 150 pulau yang tersebar antara Taiwan dan Jepang. Di wilayah ini ada Okinawa Churaumi Aquarium, rumah bagi 60 spesies hewan laut. Hiu raksasa dan pari manta jadi daya tarik utama yang paling ditunggu pengunjung.
Taman seluas sekitar 502 hektare ini dibuka sejak 1880 dan dihuni lebih dari 1.000 rusa. Masyarakat Jepang memandang rusa sebagai hewan suci, jadi interaksi di sini terasa berbeda. Beberapa kuil ternama seperti Todaiji dan Kofukuji juga berada di kawasan yang sama.
Desa ini masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Objek utamanya adalah rumah tradisional bergaya Gassho-zukuri dengan atap jerami yang khas. Kalau datang saat musim salju, seluruh desa tertutup putih dan pemandangannya berubah total.
Kawasan ini jadi ikon wisata Osaka yang paling mudah dikenali. Suasananya hidup, penuh lampu neon mencolok, dan deretan kedai makanan yang menjajakan kuliner lokal. Tempat ini pas untuk menutup hari setelah berkeliling kota.
Dari sebelas pilihan di atas, sebagian cocok untuk liburan keluarga, sebagian lagi lebih pas buat pencari pengalaman budaya dan alam. Sesuaikan dengan durasi liburan dan kota pendaratanmu supaya rute tidak terlalu melelahkan.