MOROWALI — JOTA JOTI 2026 digelar selama dua hari dan diikuti peserta dari berbagai Gugus Depan se-Kabupaten Morowali. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diinisiasi World Organization of the Scout Movement (WOSM) dan diikuti anggota Pramuka di seluruh Indonesia serta anggota pandu dari 174 negara.
Pembukaan acara turut dihadiri pengurus Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Morowali, pengurus Kwarcab, dan para peserta. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta dan diakhiri dengan foto bersama.
Iriane Iliyas menyatakan tema yang diangkat tahun ini menekankan pentingnya aksi kolektif dan kepemimpinan kaum muda dalam mengatasi isu lingkungan. Menurutnya, tema tersebut berfungsi sebagai seruan bagi Pramuka untuk memperjuangkan keberlanjutan dan menciptakan planet yang damai bagi generasi sekarang maupun mendatang.
"Dunia yang damai dan inklusif sangat selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang antara lain: nol kelaparan, tersedianya air bersih dan sanitasi, energi terjangkau dan bersih, kota dan komunitas berkelanjutan, aksi iklim, kehidupan di bawah air, kehidupan di darat, dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama," ujarnya.
Melalui JOTA JOTI ini, Iriane berharap seluruh peserta dapat belajar dan berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati. Peserta juga didorong untuk turut memerangi perubahan iklim serta menghindari tindakan merusak lingkungan seperti pembakaran hutan dan lahan.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mengembangkan keterampilan yang diperlukan peserta sebagai bekal dalam bertindak untuk melindungi planet yang dihuni. JOTA JOTI menjadi ruang bagi Pramuka Morowali untuk terhubung dengan anggota pandu dari berbagai negara melalui radio amatir dan internet.