SULAWESI TENGAH — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengimbau jemaah umrah Indonesia meningkatkan kewaspadaan, terutama yang menggunakan penerbangan transit sebelum tiba di Arab Saudi. Penerbangan langsung ke Bandara Jeddah dan Madinah sejauh ini dilaporkan tetap aman tanpa keterlambatan berarti, sehingga jemaah diminta mempertimbangkan rute direct.
Imbauan tersebut menyusul serangan kelompok Houthi di Bandara Riyadh yang membuat otoritas Indonesia memperketat perhatian pada keselamatan jemaah. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak lebih dulu meminta jemaah memilih penerbangan langsung dari bandara di Indonesia menuju Madinah atau Jeddah.
"Kemlu RI dan Kemenhaj hanya mengimbau agar jamaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah," ujar Wamenhaj Dahnil.
Imbauan ini tidak membatalkan keberangkatan umrah. Penerbangan langsung dari Indonesia ke Jeddah dan Madinah masih berjalan sesuai jadwal.
Menhaj Irfan menyoroti jemaah yang harus transit di wilayah tertentu sebelum mencapai Tanah Suci. Menurutnya, rute transit butuh kehati-hatian ekstra dibanding penerbangan langsung.
"Tetap berhati-hati, terutama buat umrah yang harus transit ke daerah-daerah tertentu yang harus dicermati," kata Menhaj Irfan seperti dikutip dari Antara, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima Kemenhaj, penerbangan langsung menuju bandara di Jeddah dan Madinah tergolong aman. Tidak ada keterlambatan signifikan yang tercatat.
"Sampai hari ini setelah penerbangan langsung, itu masih aman. Tidak ada keterlambatan yang sampai satu hingga dua jam. Alhamdulillah masih aman," ujar Menhaj Irfan.
Arab Saudi menjadi pasar utama pariwisata bagi jemaah Indonesia. Setiap tahun ribuan umat muslim dari Indonesia berangkat untuk umrah dan haji.
Di luar agenda ibadah, Arab Saudi memiliki sejumlah destinasi yang menarik wisatawan Indonesia. Al Ula menawarkan kekayaan arkeologi dan lanskap alam khas gurun. Jeddah punya kawasan bersejarah Al-Balad dan pesona pesisir Laut Merah.
Kedekatan spiritual dan hubungan historis Indonesia–Arab Saudi membuka peluang memperkenalkan pilihan wisata di luar perjalanan ibadah. Namun untuk saat ini, keamanan perjalanan tetap prioritas utama jemaah.
Jemaah disarankan memastikan status penerbangan beberapa hari sebelum berangkat. Informasi terkini soal kondisi keamanan dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Haji dan Umrah, Kemlu RI, atau penyelenggara perjalanan umrah resmi.