Banjir Bangkok Lumpuhkan Bandara Suvarnabhumi, Penumpang Tunggu 14 Jam

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 28 September 2026 | 19:18:01 WIB
Penumpang menunggu di Bandara Suvarnabhumi setelah banjir Bangkok mengganggu operasional penerbangan.

SULAWESI TENGAH — Banjir yang merendam sejumlah ruas jalan Bangkok mengganggu operasional Bandara Suvarnabhumi dan menahan ratusan penumpang hingga lebih dari 14 jam. Keterlambatan pengambilan bagasi mencapai enam jam akibat keterbatasan personel ground handling yang kesulitan mencapai bandara. Gangguan ini terjadi di tengah musim kunjungan wisatawan asing ke Thailand yang sejak Januari hingga 19 September 2026 tercatat 22,1 juta orang.

Hujan ekstrem yang mengguyur Bangkok dan sekitarnya sejak Kamis hingga Minggu mencatat curah hujan lebih dari 330 milimeter. Genangan meluas hingga berdampak pada sekitar 52.000 rumah tangga di ibu kota Thailand tersebut.

Sebanyak 4.900 warga terpaksa mengungsi ke lebih dari 200 titik evakuasi, termasuk sekolah dan kuil. Pemerintah Thailand menetapkan Bangkok, Nonthaburi, serta Samut Prakan sebagai wilayah terdampak bencana.

Bandara Suvarnabhumi Jadi Titik Paling Terdampak

Bandara Suvarnabhumi menghadapi persoalan berlapis. Sebagian petugas ground handling Thai Airways tidak bisa mencapai lokasi kerja karena akses menuju bandara terendam.

Jumlah personel yang menangani kebutuhan penerbangan pun berkurang. Proses penurunan dan pemindahan koper dari pesawat melambat, diperparah kerusakan sejumlah baggage cart di area apron dan ruang pengambilan koper.

Penumpang yang tiba harus menunggu hingga enam jam untuk mengambil bagasi. Beberapa koper dari penerbangan tertentu tidak tiba bersamaan dengan pemiliknya.

Ratusan Penumpang Asal Korea Selatan Terjebak

Ratusan penumpang asal Korea Selatan terdampak penundaan berulang penerbangan Thai Airways di Bandara Suvarnabhumi. Mereka menunggu lebih dari 14 jam, menurut laporan Korea JoongAng Daily.

Salah satu penumpang bersama tujuh anggota keluarganya semula dijadwalkan berangkat pukul 23.10 waktu setempat. Jadwal tersebut beberapa kali berubah hingga akhirnya bergeser menjadi pukul 06.10.

Informasi perubahan jadwal tidak selalu tersedia di area keberangkatan. Seorang penumpang memilih datang sejak sekitar pukul 18.00 untuk mengantisipasi kondisi cuaca, tapi tetap menunggu berjam-jam sebelum mendapat kepastian.

Langkah Penanganan Bandara dan Thai Airways

Bandara Suvarnabhumi dan Thai Airways menambah personel ground handling untuk mempercepat distribusi bagasi tertunda. Peralatan yang bermasalah diperbaiki dan perlengkapan pengganti disiapkan.

Status koper ditampilkan melalui layar bandara dan diumumkan berkala di area pengambilan bagasi. Informasi ini mengutip VN Express.

Dampak ke Aktivitas Harian Warga

Pemerintah meminta pegawai negeri di Bangkok dan tiga provinsi sekitarnya mengambil libur pada Senin dan Selasa. Kebijakan itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas selama sejumlah ruas jalan masih terendam.

Kekhawatiran warga terhadap ketersediaan kebutuhan pokok muncul. Sejumlah toko mengalami lonjakan pembelian hingga beberapa rak kosong, sehingga Kantor Perdana Menteri Thailand mengimbau masyarakat tidak menimbun barang.

Hujan mulai mereda pada Minggu, tapi dampaknya terhadap mobilitas warga dan layanan penerbangan masih terasa.

Di Tengah Musim Wisata Thailand

Thailand mencatat 22,1 juta wisatawan asing berkunjung sejak 1 Januari hingga 19 September 2026. Angka itu turun 3,67 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan target 33 juta kedatangan hingga akhir 2026.

Bandara Suvarnabhumi menjadi gerbang utama kedatangan wisatawan internasional lewat jalur udara. Gangguan ground handling selama banjir menunjukkan kelancaran penerbangan tidak hanya bergantung pada kondisi pesawat dan landasan, tapi juga kesiapan operasional di darat.

Bagi wisatawan Indonesia yang memiliki jadwal penerbangan ke atau dari Bangkok dalam waktu dekat, pemantauan status penerbangan dan bagasi secara berkala menjadi langkah penting. Informasi terkini soal kondisi bandara dan akses jalan dapat dikonfirmasi melalui maskapai masing-masing atau otoritas bandara setempat.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top