PALU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar PW IKA PMII Sulawesi Tengah di Palu menjadi ruang refleksi bagi umat Islam untuk mengukur sejauh mana keteladanan Rasulullah telah diterapkan. Ketua PW IKA PMII Sulteng Rahmawati M. Nur menyatakan peringatan Maulid tidak seharusnya dimaknai sebatas perayaan hari kelahiran Nabi.
Menurut Rahmawati, peringatan tersebut perlu diikuti dengan upaya menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyoroti nilai kejujuran, amanah, keadilan, dan kepedulian kepada sesama manusia sebagai bagian dari keteladanan yang perlu dihidupkan.
"Peringatan Maulid kali ini bukan cuma sekadar merayakan hari kelahiran Nabi, tapi adalah satu momentum untuk kita meneladani akhlakul karimah dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, mulai dari persoalan kejujuran, amanah, keadilan dan menyayangi sesama kita, umat manusia," kata Rahmawati yang juga anggota DPRD Sulteng.
Rahmawati berharap kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW terus meningkat melalui peringatan Maulid. Kecintaan itu, katanya, perlu diwujudkan dengan menjalankan ajaran Rasulullah meskipun peringatan dilaksanakan setelah waktu kelahiran Nabi diperingati.
"Saya berharap mudah-mudahan lewat kesempatan ini, kecintaan kita kepada Rasulullah itu semakin meningkat. Ini sebagai bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah sehingga walaupun sudah lewat kita masih bisa melaksanakan pada malam hari ini," ujarnya.
Nilai-nilai keteladanan Rasulullah dinilai relevan untuk memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Sikap jujur, amanah, adil, dan menyayangi sesama perlu terus dihidupkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah Amin Parakasi menyampaikan pidato kebangsaan mengenai pentingnya umat Islam meneladani sifat Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bernegara. Salah satu pesan yang disampaikan adalah pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.
Wakil Gubernur Sulteng Reny Arniwaty Lamadjido menilai peringatan Maulid dapat menjadi ruang refleksi bagi umat Islam. Ia mengibaratkan peringatan malam itu sebagai berkaca cermin untuk melihat kembali sejauh mana umat mengenal, mencintai, dan meniru akhlak Rasulullah.
"Peringatan Maulid malam ini ibarat berkaca cermin untuk melihat kembali diri kita sudah sejauh manakah kita mengenal, mencintai, dan meniru akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam," kata Reny.
Reny mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai salah satu ajaran utama Rasulullah SAW. Ia menyampaikan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh tingginya kedudukan, melainkan oleh seberapa besar manfaat yang diberikan kepada sesama.
"Di antara yang beliau sukai jika mengetahui umatnya konsisten menjaga salat. Untuk itu jangan pernah kita meninggalkan salat," ujarnya.
"Kemuliaan seseorang itu bukan karena seberapa tinggi kedudukannya tetapi seberapa besar manfaatnya kepada sesama kita manusia," kata Reny.
Ajaran Nabi Muhammad SAW mengenai kepedulian dan kemanfaatan sosial dinilai perlu menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat. Setiap orang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif sesuai peran dan tanggung jawabnya.
Reny berharap penerapan nilai-nilai tersebut dapat memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan sekaligus membantu menjaga masyarakat dan bangsa dari berbagai ancaman, bahaya, serta bencana yang tidak diinginkan.