Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah menebar 4.000 benih ikan nila merah di Unit Pembenihan Rakyat Desa Sibedi, Kabupaten Sigi, sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan daerah. Penebaran perdana yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan bibit ikan bagi kelompok pembudidaya setempat itu diproyeksikan memasuki masa panen dalam 3-4 bulan. Program budidaya air tawar ini disiapkan menjadi penyeimbang pasokan pangan hewani ketika harga ikan laut naik.
SIGI — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Yopie Patiro menyatakan penebaran benih ikan nila merah di kawasan Unit Pembenihan Rakyat Sigi menjadi salah satu solusi alternatif menjaga ketersediaan komoditas pangan hewani masyarakat. Kegiatan itu sekaligus dirangkaikan dengan penyaluran bantuan bibit ikan bagi kelompok masyarakat pembudidaya setempat.
Menurut Yopie, program pemanfaatan budidaya ikan air tawar ini menyasar ketahanan pangan warga sekaligus menekan inflasi, terutama saat harga ikan laut mengalami kenaikan.
Jenis ikan nila merah dipilih karena proses pemeliharaan dan perawatannya tergolong mudah serta efisien secara biaya. Karakter itu membuat komoditas ini terjangkau untuk dikelola kelompok masyarakat.
Masa budidaya ikan nila diproyeksikan berlangsung sekitar 3-4 bulan hingga memasuki masa panen. Selama proses pemeliharaan, DKP Sulteng menerjunkan tim penyuluh perikanan kementerian dan bermitra dengan kelompok lokal untuk memastikan pendampingan berkala.
"Tentunya langkah ini untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat sekaligus menekan harga inflasi, terutama ketika harga ikan laut mengalami kenaikan. Komoditas ikan darat seperti nila merah ini diharapkan bisa menjadi penyeimbang," ucap Yopie.
Penebaran 4.000 benih ikan nila merah dipusatkan di kawasan Unit Pembenihan Rakyat Sigi. Bantuan bibit ikan disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat pembudidaya di Desa Sibedi, Kabupaten Sigi.
Yopie menyebut pihaknya berencana memperluas cakupan program serupa ke kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Tengah. Perluasan itu diarahkan untuk memperkuat keterjangkauan pasokan pangan daerah secara berkelanjutan.
Langkah DKP Sulteng menyasar dua persoalan sekaligus: ketersediaan pangan hewani di tingkat desa dan tekanan harga akibat kenaikan harga ikan laut. Budidaya nila merah di kawasan pembenihan rakyat menjadi salah satu jalur yang disiapkan pemerintah provinsi untuk menjaga pasokan tetap terjangkau bagi warga.