Goldman Sachs Ramal Harga Bensin Terus Naik, Rekomendasi Dagang Beralih dari Solar

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Kamis, 17 September 2026 | 16:49:31 WIB

SULAWESI TENGAH — Goldman Sachs Group Inc memperkirakan harga bensin terus menguat seiring pasokan global yang makin ketat. Lembaga itu mengubah rekomendasi perdagangannya dari solar ke bensin, langkah yang menyusul krisis pasokan diesel. Pasar bahan bakar dunia tertekan kombinasi konflik AS-Iran dan serangan Ukraina ke kilang Rusia.

Goldman Sachs Group Inc menilai pasar bensin global sedang memasuki fase pasokan ketat yang belum menunjukkan tanda mereda. Perubahan sikap lembaga keuangan itu tercantum dalam catatan riset yang disusun analis Yulia Zhestkova Grigsby dan Daan Struyven.

Rekomendasi dagang Goldman kini beralih ke bensin, meninggalkan posisi sebelumnya di solar. Langkah ini menandai pergeseran pandangan terhadap dua bahan bakar yang selama ini bergerak searah.

Kilang Beralih Produksi, Pasokan Bensin Mengetat

Menurut Goldman, penyebab utama perubahan rekomendasi adalah keputusan kilang minyak yang mengalihkan produksi dari bensin ke solar. Peralihan itu memperketat pasokan bensin di pasar global dengan cepat.

"Alasan utama di balik rekomendasi baru ini adalah langkah kilang minyak yang mengalihkan produksi dari bensin ke solar, sehingga memperketat pasokan di pasar bensin dengan cepat," tulis para analis dalam catatan tersebut.

Solar sendiri lebih dulu mengalami krisis pasokan. Goldman menyebut kondisi itu sebagai pemicu utama yang membuat kilang memilih memprioritaskan produksi diesel ketimbang bensin.

Konflik AS-Iran dan Serangan ke Kilang Rusia

Tekanan pada pasar bahan bakar global tahun ini datang dari dua sumber sekaligus. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengganggu jalur pasokan, sementara perang Rusia-Ukraina memukul sisi produksi.

Kyiv terus menggempur kilang-kilang minyak Moskow. Serangan berulang itu mengurangi kapasitas pengolahan Rusia, yang selama ini menjadi salah satu pemasok solar dan bensin terbesar ke pasar internasional.

Kombinasi keduanya membuat margin kilang naik dan pilihan produk bergeser. Kilang cenderung mengejar produk dengan harga jual tertinggi, dan saat ini solar berada di posisi itu.

Dampak ke Harga Bensin Domestik

Bagi konsumen Indonesia, pergerakan harga bensin global berpotensi merembet ke harga bahan bakar nonsubsidi. Pertamina dan importir swasta menyesuaikan harga mengikuti harga minyak dan produk olahan dunia.

Bensin menjadi bahan bakar kendaraan paling populer di Indonesia. Sepeda motor dan mobil penumpang mendominasi konsumsi bensin, sehingga kenaikan harga global lebih cepat terasa di pengeluaran harian.

Goldman tidak menyebut angka proyeksi harga spesifik dalam catatan yang dikutip Bloomberg News. Yang berubah adalah arah rekomendasi dagang, dari solar ke bensin, yang menjadi sinyal arah pasar.

Mengapa Rekomendasi Dagang Bergeser

Rekomendasi dagang Goldman biasanya menjadi acuan pelaku pasar komoditas. Saat lembaga ini memindahkan posisi dari diesel ke bensin, pelaku lain cenderung mengikuti arah serupa.

Pergerakan itu bisa memperkuat harga bensin lebih jauh dalam jangka pendek. Sebaliknya, solar yang sebelumnya jadi favorit mulai kehilangan momentum setelah pasokan globalnya membaik relatif terhadap bensin.

Goldman menilai ketatnya pasokan bensin tidak akan cepat surut. Selama kilang masih memprioritaskan solar dan konflik geopolitik berlanjut, tekanan pada pasar bensin diperkirakan bertahan.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top