SULAWESI TENGAH — Presiden Prabowo Subianto mengungkap modus penyelundupan emas dari tambang ilegal yang dilakukan pengusaha asing dengan berkedok visa turis. Pemerintah menyatakan tengah menertibkan praktik gelap yang membuat negara kehilangan potensi penerimaan besar dari sektor mineral.
Paragraf pembuka: Presiden Prabowo Subianto mengungkap praktik pertambangan ilegal dan penyelundupan komoditas mineral yang dinilainya masih marak di Indonesia. Dalam acara "Presiden Prabowo Menjawab" pada Kamis (17/9/2026), kepala negara membeberkan sejumlah temuan lapangan, mulai dari tambang emas tanpa izin hingga penyelundupan timah dari Bangka Belitung.
Pemerintah menegaskan tidak akan membiarkan praktik ini berlanjut. Penertiban tambang ilegal disebut menjadi salah satu prioritas untuk mengembalikan penerimaan negara dari sektor sumber daya alam.
Prabowo memaparkan satu modus yang sudah terendus pemerintah. Sejumlah pengusaha dari negara lain masuk ke Indonesia dengan visa turis dan alasan berlibur, tetapi kedatangannya justru untuk membeli emas dari tambang-tambang ilegal.
Emas hasil pembelian itu kemudian diselundupkan keluar Indonesia saat mereka kembali ke negaranya. "Kita dapat laporan pengusaha-pengusaha dari negara lain masuk ke Indonesia, kadang-kadang dengan visa turis, dan dia beli emas dari tambang-tambang ilegal itu! Nah ini yang kita sedang tertibkan," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, praktik tambang ilegal di Indonesia jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan. Sebagian di antaranya bahkan beroperasi secara produktif dalam jangka panjang tanpa tersentuh hukum.
Prabowo menyebut ada temuan satu tambang ilegal yang mampu memproduksi 200 kilogram emas setiap bulan selama delapan tahun berjalan. Jika dihitung, produksi itu setara 2 ton emas per tahun.
"Ada tambang ilegal sudah berjalan 8 tahun. Tiap bulan dia keluarkan 200 kilo emas. Jadi 1 tahun itu 2 ton. 2 ton itu berapa? 8 tahun sudah berjalan. Ini harus kita tertibkan," jelas Prabowo.
Angka tersebut memberi gambaran besarnya nilai ekonomi yang hilang dari kas negara akibat aktivitas tambang tanpa izin. Pemerintah menyatakan penertiban menjadi langkah wajib agar kekayaan mineral tidak dinikmati segelintir pihak secara melawan hukum.
Selain emas, penyelundupan timah melalui jalur laut di sekitar Bangka Belitung juga menjadi perhatian pemerintah. Wilayah itu merupakan pusat produksi timah utama di Indonesia.
Prabowo mengklaim pemerintah telah menutup praktik penyelundupan tersebut dan menghentikan operasi beberapa ratus tambang ilegal di Bangka. "Penyelundupan, sekian puluh tahun penyelundupan timah dari Bangka berjalan. Tapi dengan kebijakan kita, kita tutup penyelundupan, kita hentikan berapa ratus tambang ilegal di Bangka," paparnya.
Dampaknya langsung terasa pada kinerja BUMN pengelola timah. Prabowo menyebut keuntungan PT Timah melonjak sembilan kali lipat atau 900 persen pada semester I 2026 secara tahunan.
"PT Timah sekarang untung! Untungnya Anda mungkin enggak percaya, sekarang PT Timah itu keuntungannya sembilan kali! 900%! Karena kita tegakkan aturan," sebut Prabowo.
Penutup: Lonjakan laba PT Timah menjadi bukti awal bahwa penegakan aturan di sektor tambang bisa langsung memperbaiki kinerja BUMN dan penerimaan negara. Penertiban tambang ilegal dan penyelundupan mineral akan menjadi ujian bagi pemerintah dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam sekaligus mengamankan pendapatan negara dari sektor pertambangan.