PALU — Pengurus Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tengah periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam pelantikan yang digelar di Palu, Rabu (16/9/2026). Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie hadir langsung dan menyampaikan optimismenya terhadap prospek ekonomi daerah itu.
Anindya menilai posisi strategis, kekayaan sumber daya alam, serta pembangunan kawasan industri menjadikan Sulawesi Tengah salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga mengapresiasi kekompakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama KADIN Sulteng di bawah kepemimpinan Ketua Umum Gufran Ahmad.
Dalam sambutannya, Anindya menyebut sinergi antara pemerintah daerah dan KADIN sebagai faktor penentu keberhasilan pembinaan anggota. Ia membandingkannya dengan provinsi lain yang telah ia kunjungi selama menjabat.
"Yang menarik dari semua ini adalah melihat kekompakan antara pemerintah, gubernur, wakil gubernur, dan KADIN Sulawesi Tengah. Kami keliling di 18 provinsi, dan ini adalah modal yang paling utama," ujar Anindya.
Ia menegaskan modal sosial berupa kekompakan tersebut harus terus diolah agar memberi manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat. "Modal itu bagus, tetapi modal itu harus diolah supaya bisa benar-benar berguna," katanya.
Anindya menyampaikan pernyataan tegas mengenai posisi Sulawesi Tengah dalam peta pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, perkembangan kawasan industri, pembangunan infrastruktur, posisi geografis, dan potensi sumber daya menjadi kekuatan yang harus dimanfaatkan maksimal.
"Saya sangat optimis dengan Sulawesi Tengah. Bahkan bisa saya bilang, Indonesia membutuhkan Sulawesi Tengah sukses," tegasnya.
Ia melihat potensi tersebut dapat menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Sekali lagi saya sangat optimis dan saya mendoakan Sulawesi Tengah bisa menjadi ujung tombak pertumbuhan Indonesia," ujarnya.
Anindya juga membawa perspektif global terkait peluang ekonomi Indonesia setelah bergabung dalam BRICS. Ia menceritakan pengalamannya menghadiri konferensi BRICS di India sebelum bertolak ke Palu.
Menurutnya, sekitar 40 persen penduduk dunia dan sekitar 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia berada dalam kawasan negara-negara BRICS. Keanggotaan Indonesia dinilai membuka ruang strategis dalam perdagangan dan investasi.
"Indonesia mempunyai peran yang luar biasa, karena satu-satunya negara dalam BRICS yang merupakan perwakilan ASEAN," kata Anindya.
Ia mendorong KADIN dan pemerintah daerah menangkap peluang tersebut dengan memperkuat perdagangan dan investasi. KADIN Indonesia tengah menyiapkan agenda yang mempertemukan investor dengan berbagai potensi ekonomi daerah.
"Ketika kita bicara perdagangan dan bicara investasi, ini harus benar-benar dibangun," ujarnya.
Sulawesi Tengah dinilai memiliki berbagai komoditas dan potensi ekonomi yang dapat ditawarkan kepada investor, tidak hanya sumber daya mineral, tetapi juga sektor-sektor lain yang memiliki peluang untuk dikembangkan.