Perencana Keuangan: Dana Darurat Ideal Minimal 3 Kali Penghasilan Bulanan

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Sabtu, 12 September 2026 | 09:18:31 WIB
Perencana keuangan Andi Nugroho menekankan pentingnya menyiapkan dana darurat sejak dini.

SULAWESI TENGAH — Perencana Keuangan Andi Nugroho menegaskan tidak ada kata terlambat untuk mulai menyiapkan dana darurat, termasuk untuk menghadapi risiko bencana. Menurut dia, pemicu terbaik adalah kesadaran bahwa risiko tersebut bisa menimpa siapa saja.

Kesadaran Saja Tidak Cukup, Harus Diikuti Tindakan

Andi menyebut waktu paling tepat memulai dana darurat adalah begitu seseorang menyadari risiko bencana juga bisa terjadi pada dirinya. Kesadaran itu perlu segera diikuti tindakan nyata.

"Waktu yang paling tepat untuk memulainya adalah ketika kita mulai menyadari bahwa kondisi-kondisi seperti jawaban pertanyaan nomor satu itu bisa terjadi juga pada kita, maka kita mulai dari sekarang untuk menyiapkan dana darurat tersebut," kata Andi kepada CNNIndonesia.com.

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Dandy, menambahkan hal senada. Menurut dia, tidak ada gunanya memahami pentingnya dana darurat jika tidak mulai menyisihkan uang untuk membentuknya.

Simpan di Instrumen Mudah Cair, Hindari Saham

Dana darurat berbeda karakter dengan dana investasi yang mengejar keuntungan jangka panjang. Karena bisa dibutuhkan sewaktu-waktu, dana ini sebaiknya ditempatkan pada instrumen berisiko rendah yang mudah dicairkan.

Andi menyebut sejumlah pilihan yang bisa dipertimbangkan:

  • Rekening bank
  • Deposito
  • Logam mulia
  • Reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap

"Selayaknya dana darurat pada umumnya, maka dana untuk bencana juga sebaiknya disimpan di instrumen investasi yang berisiko rendah dan gampang untuk dicairkan kembali," ujar Andi.

Karakter likuid dan rendah risiko itu penting agar dana bisa langsung dipakai saat keadaan darurat, tanpa khawatir nilai aset sedang turun. Dandy menyarankan tempat paling likuid seperti rekening bank, meski uang tunai tetap bisa disiapkan dalam jumlah terbatas.

"Tempat simpan paling disarankan adalah yang paling likuid ya, bisa dimasukkan ke bank atau berupa uang tunai. Namun uang tunai berisiko kalau di keadaan mendesak," ujar Dandy.

Ia mengingatkan masyarakat tidak menempatkan dana darurat di instrumen berisiko tinggi seperti saham. "Sangat tidak disarankan untuk masukkan dana darurat ke saham atau untuk cari keuntungan ke instrumen yang high risk," ujarnya.

Acuan Besaran: Tiga Kali Penghasilan atau Pengeluaran

Besaran dana darurat bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Andi menggunakan acuan minimal tiga kali penghasilan bulanan, sementara Dandy menghitungnya dari tiga kali pengeluaran bulanan.

"Jadi idealnya kita memiliki dana darurat itu minimal sebesar 3x penghasilan bulanan kita," kata Andi.

Pendekatan Dandy cocok untuk yang ingin memastikan kewajiban rutin tetap terbayar saat darurat. Dua acuan ini bisa dipakai bersamaan, tergantung mana yang lebih besar dan lebih relevan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top