Saham ERAA Melejit 15,38% usai Rencana Buyback Rp500 Miliar, IPO iPhone 18 Pro jadi Pemicu

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Kamis, 03 September 2026 | 12:21:32 WIB
Rencana buyback Rp500 miliar mendorong saham ERAA menguat 15,38% pada penutupan sesi pertama perdagangan.

SULAWESI TENGAH — Rencana buyback atau pembelian kembali saham hingga Rp500 miliar menjadi pendorong utama aksi beli investor pada saham ERAA. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham emiten berkode ERAA itu mencapai Rp196,50 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 348,8 juta saham hingga penutupan sesi pertama.

Buyback Jadi Katalis, Valuasi Saham ERAA Tertekan

Keputusan manajemen untuk melakukan pembelian kembali saham biasanya diambil saat manajemen menilai harga pasar sedang tidak mencerminkan nilai intrinsik perusahaan. Dalam kasus ERAA, aksi ini juga kerap dipandang sebagai sinyal positif bagi investor bahwa fundamental usaha tetap sehat.

Adapun pergerakan saham ERAA dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan momentum penguatan yang signifikan:

  • Kenaikan 28,21% secara point-to-point dalam sepekan terakhir.
  • Penguatan 42,86% dalam rentang satu bulan perdagangan.
  • Harga saham ERAA ditutup di level Rp600 per unit pada Kamis (3/9/2026).
  • Kapitalisasi pasar perseroan ikut terdongkrak seiring rally harga saham.

Namun, perlu dicatat, meski telah menguat tajam, valuasi ERAA masih berada di bawah level wajar jika dibandingkan dengan proyeksi laba perseroan. Hal ini yang mendasari manajemen untuk merealisasikan buyback dengan nilai maksimal Rp500 miliar.

Momentum Peluncuran iPhone 18 Pro Dinilai Dongkrak Penjualan

Di luar faktor buyback, pasar juga tengah berspekulasi mengenai dampak positif dari peluncuran generasi terbaru ponsel Apple, termasuk iPhone 18 Pro yang disebut akan dirilis dalam waktu dekat. Sebagai salah satu mitra resmi Apple di Indonesia melalui gerai iBox dan Erafone, Erajaya diproyeksikan mencatatkan lonjakan penjualan pada kuartal keempat.

Siklus peluncuran produk anyar Apple biasanya memberikan efek musiman yang kuat terhadap pendapatan Erajaya. Momentum ini sering kali dimanfaatkan investor untuk masuk sebelum data kinerja kuartalan dirilis.

Aksi Korporasi Sejalan dengan Strategi Bisnis

Erajaya Swasembada merupakan salah satu distributor dan peritel telepon seluler terbesar di Indonesia. Perseroan yang terafiliasi dengan kelompok usaha milik taipan Sugianto Kusuma atau Aguan ini mengelola jaringan ritel premium seperti iBox dan Erajaya Active.

Langkah pembelian kembali saham ini juga dipandang sebagai upaya manajemen untuk menjaga fleksibilitas struktur permodalan sambil memberikan return tidak langsung kepada pemegang saham. Setelah program buyback selesai, saham yang dibeli dapat digunakan untuk kebutuhan manajemen insentif jangka panjang atau dipensiunkan untuk meningkatkan laba per saham.

Investor tetap perlu mencermati perkembangan realisasi program tersebut, termasuk mekanisme pembelian di pasar terbuka yang akan diumumkan secara bertahap oleh perseroan melalui keterbukaan informasi.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top