PALU — Sebanyak 150 desa di Sulawesi Tengah bakal menikmati akses internet melalui program Berani Berdering yang digagas Pemprov Sulteng. Setiap desa penerima manfaat dialokasikan dana sebesar Rp69 juta dari total anggaran Rp10,3 miliar yang disiapkan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulteng Wahyu Agus Pratama menyebutkan, realisasi program baru dimulai Oktober 2026. Pasalnya, pendanaan masih menunggu pengesahan anggaran perubahan APBD Provinsi Sulteng.
Dari total desa sasaran, Kabupaten Sigi dan Tojo Una-Una masing-masing menerima jatah untuk 15 desa. Sementara kabupaten lain di Sulteng hanya mendapat alokasi untuk 12 desa.
"Kabupaten Sigi dan Kabupaten Tojo Una-Una baru saja keluar dari status tertinggal," ujar Agus di Kota Palu, Selasa. Masih banyak wilayah terpencil di dua kabupaten tersebut yang membutuhkan dukungan infrastruktur, terutama akses internet.
Dari dana Rp69 juta per desa, sekitar Rp40 juta digunakan untuk pengadaan peralatan seperti fiber optik. Sisanya dialokasikan untuk pembelian jaringan satelit dan penguatan sumber daya manusia pengelola.
Agus mencontohkan keberhasilan implementasi program ini di Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi yang berjalan sejak 2024. Di desa tersebut, program unggulan gubernur dan wakil gubernur ini menggandeng organisasi dari luar negeri.
"Di sana ada dibentuk kelompok komunitas informasi masyarakat yang mengolah terkait dengan jaringan internet," jelasnya.
Kehadiran internet di daerah pelosok dinilai krusial untuk menunjang layanan publik. Proses belajar mengajar di sekolah, layanan puskesmas, hingga administrasi kantor desa disebut akan terbantu dengan adanya jaringan yang stabil.
Program Berani Berdering diharapkan menjangkau desa-desa yang selama ini belum tersentuh akses internet sama sekali. Pemerintah provinsi menargetkan pemerataan konektivitas dapat mempercepat pembangunan di wilayah timur Sulawesi Tengah.