PALU — Workshop ini menjadi ruang belajar bagi seluruh OPD agar prinsip inklusi tidak hanya berhenti sebagai wacana. Dalam sambutan yang dibacakan Yudhi, Wali Kota Palu menekankan bahwa pembangunan kota belum bisa disebut berhasil jika masih ada kelompok masyarakat yang belum mendapatkan akses dan manfaat yang sama.
Peserta diajak mendalami empat prinsip utama: aksesibilitas fasilitas publik, partisipasi bermakna penyandang disabilitas dalam perencanaan, penyediaan data terpilah yang akurat, serta perluasan akses kesempatan kerja. Pemerintah Kota Palu menilai penguatan data menjadi kunci agar kebijakan yang lahir benar-benar tepat sasaran.
“Penyandang disabilitas bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi subjek pembangunan yang memiliki potensi dan kontribusi besar bagi kemajuan daerah,” kata Yudhi Riyani Firman di hadapan para pejabat OPD.
Workshop ini digagas Yayasan Sikola Mombine bersama Sasakawa Peace Foundation melalui Program EMPOWER-IN. Pemerintah Kota Palu mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan. Tanpa sinergi dengan organisasi disabilitas, perguruan tinggi, dan dunia usaha, kata Yudhi, ekosistem inklusif sulit terwujud.
Komitmen Pemkot Palu tidak hanya di atas kertas. Beberapa langkah konkret sudah dijalankan, seperti peningkatan aksesibilitas trotoar dan gedung perkantoran, penyediaan layanan ramah disabilitas di puskesmas, serta mendorong keterlibatan aktif komunitas disabilitas dalam musrenbang.
Pemerintah berharap workshop ini menghasilkan rencana aksi yang bisa diterapkan masing-masing perangkat daerah. Setiap OPD diminta mengintegrasikan prinsip inklusi ke dalam program kerja tahunan, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pekerjaan Umum.
“Ketika kita mampu menghadirkan pembangunan yang inklusif, sesungguhnya kita sedang membangun kota yang lebih manusiawi, lebih berkeadilan, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan,” ujar Yudhi mengutip pesan Wali Kota.
Kota Palu sendiri menargetkan status sebagai kota ramah disabilitas, sejalan dengan visi “Kota Palu Mantap Berkelanjutan yang Akseleratif, Inovatif, dan Kolaboratif.” Workshop ini menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat fondasi menuju target tersebut.