PALU — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu mengajak kaum perempuan di wilayah itu memanfaatkan layanan skrining kanker serviks gratis yang tersedia di seluruh puskesmas. Ketua TP-PKK Kota Palu Diah Puspita meninjau langsung kesiapan layanan di Puskesmas Birobuli Selatan, Senin.
Diah menjelaskan, ada dua metode skrining yang bisa diakses secara gratis. Pertama, pemeriksaan HPV DNA untuk mendeteksi materi genetik virus Human Papillomavirus risiko tinggi penyebab kanker serviks. Kedua, IVA Test atau Inspeksi Visual Asam Asetat yang memeriksa perubahan pada leher rahim secara visual.
"Manfaatkan layanan pemeriksaan HPV DNA dan IVA Test secara gratis di puskesmas," kata Diah di Palu.
Kedua metode ini memiliki pendekatan berbeda namun saling melengkapi untuk deteksi dini yang lebih komprehensif. Diah menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi dilakukan sedini mungkin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Rochmat Jasin mengatakan, selain skrining kanker serviks, masyarakat juga bisa mengakses layanan proteksi diri melalui imunisasi di puskesmas. Seluruh puskesmas di Kota Palu kini juga telah dilengkapi alat USG.
"Pemerintah Kota Palu melalui puskesmas menyediakan layanan USG gratis sebanyak dua kali selama masa kehamilan," ujar Rochmat.
Layanan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit dan pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya bagi perempuan dan ibu hamil.
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan di Indonesia. Deteksi dini melalui metode HPV DNA dan IVA Test bisa meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
"Mari kita periksa kesehatan reproduksi sedini mungkin. Mari jaga kesehatan dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," ajak Diah.
Pemerintah Kota Palu berharap dengan tersedianya layanan gratis di seluruh puskesmas, angka partisipasi perempuan untuk skrining kanker serviks bisa meningkat drastis. Warga bisa datang langsung ke puskesmas terdekat tanpa dipungut biaya.