PALU — Gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Ke-V DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah yang berlangsung di Kota Palu, Minggu (10/5/2026) sore, telah mengerucutkan satu nama untuk memimpin partai di tingkat provinsi. Anwar Hafid menjadi calon tunggal setelah melewati proses verifikasi persyaratan calon ketua oleh tim internal partai.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat periode 2025-2030, Herman Khaeron, menyatakan bahwa usulan calon tunggal ini muncul dari aspirasi kader yang telah terverifikasi. Proses pemilihan selanjutnya akan diserahkan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat untuk penetapan resmi sebelum tim formatur mulai bekerja menyusun struktur kepengurusan yang baru.
Herman Khaeron menjelaskan bahwa seluruh persyaratan dukungan untuk posisi Ketua DPD telah diverifikasi dan hasilnya hanya memunculkan nama Anwar Hafid. Kondisi ini memungkinkan pengambilan keputusan dilakukan tanpa melalui mekanisme voting yang panjang di forum Musda.
“Musda hari ini, Insya Allah kalau dari syarat yang telah masuk dan terverifikasi, calon yang diusulkan ialah calon tunggal sehingga nanti akan diputuskan secara aklamasi,” ujar Herman Khaeron saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi kegiatan.
Setelah penetapan resmi dari pusat, Anwar Hafid selaku ketua terpilih bakal memimpin tim formatur. Tugas utamanya adalah merombak atau menyusun kembali komposisi pengurus DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah guna memastikan mesin partai siap bergerak efektif di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Keberhasilan kader Partai Demokrat menduduki kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah saat ini dipandang sebagai modal politik yang besar. Herman menilai pencapaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat Sulteng terhadap partai berlambang mercy ini masih sangat tinggi.
“Kami meyakini Partai Demokrat di Sulawesi Tengah ke depan akan semakin kuat, semakin dipercaya, dan semakin kontributif kepada masyarakat. Terbukti hari ini Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng adalah kader Partai Demokrat,” urainya.
Ia menekankan bahwa kekuatan partai di legislatif maupun eksekutif harus sejalan dengan peningkatan pelayanan kepada warga. Demokrat kini membuka pintu bagi tokoh masyarakat maupun figur potensial di daerah yang ingin bergabung dan berkontribusi membangun Sulawesi Tengah melalui jalur politik.
Mengenai jadwal pembentukan struktur baru, DPP Partai Demokrat memberikan tenggat waktu maksimal satu bulan kepada tim formatur. Namun, Herman Khaeron mendorong agar penyusunan pengurus bisa selesai lebih awal, yakni dalam kurun waktu satu minggu agar agenda partai lainnya tidak tertunda.
“Kami memberikan waktu tim formatur membentuk kepengurusan baru selama satu bulan. Akan tetapi kalau satu minggu sudah dapat diselesaikan maka lebih bagus, karena setelah itu kami menjadwalkan musyawarah cabang,” tuturnya.
Percepatan ini dianggap krusial mengingat tantangan politik ke depan akan semakin dinamis. Dengan rampungnya konsolidasi hingga tingkat cabang (Muscab), Partai Demokrat Sulteng diharapkan memiliki waktu persiapan yang cukup panjang dan matang untuk menghadapi kontestasi Pemilu 2029 mendatang.