SULAWESI TENGAH — Geosite Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, menjadi satu-satunya destinasi wisata edukasi di Indonesia yang menyajikan fenomena rembesan minyak bumi alami dari celah bebatuan Sungai Borik. Kawasan ini resmi diluncurkan pada Jumat (16/10/2026) bertepatan dengan Festival Lantung 2026, dengan pembangunan fisik yang telah mencapai sekitar 70 persen. Kehadirannya melengkapi wisata geologi Bojonegoro yang sebelumnya mengandalkan api abadi Kayangan Api.
Peluncuran kawasan wisata edukasi di Zona Kendeng tersebut diresmikan oleh Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Mahmudin, yang mewakili Bupati Bojonegoro. Rembesan minyak bumi di Geosite Kedung Lantung muncul secara alami dari celah bebatuan di sepanjang aliran Sungai Borik, menjadikannya fenomena geologi langka yang tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia.
Kawasan ini berada di bawah pengelolaan Pokdarwis Kedung Lantung bersama masyarakat Desa Drenges. Revitalisasinya melibatkan akademisi dari LPPM Universitas Bojonegoro, komunitas Bojonegoro History, serta dukungan program CSR/PPM ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas Perwakilan Jabanusa.
Daya Tarik Utama: Rembesan Minyak Bumi Alami
Keunikan utama Geosite Kedung Lantung terletak pada rembesan minyak bumi yang muncul langsung dari bebatuan di aliran Sungai Borik. Fenomena ini berkaitan erat dengan sejarah pembentukan dan keberadaan sumber daya minyak bumi di Zona Kendeng, yang mengusung tema Petroleum and Gas System on Land.
Kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar alam geologi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Status ini menjadikan Kedung Lantung bukan sekadar tempat wisata, melainkan juga objek penelitian dan pelestarian lingkungan.
"Peluncuran hari ini adalah langkah besar kita bersama menuju pengakuan dunia sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Kami berpesan agar kawasan ini dikelola dengan konsep geowisata yang pintar dan berkelanjutan, bukan wisata massal," ujar Mahmudin.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Belajar geologi langsung: Mengamati fenomena rembesan minyak bumi dan memahami proses terbentuknya sumber daya energi di ruang terbuka.
- Eksplorasi Sungai Borik: Menelusuri aliran sungai yang membelah bebatuan pembawa minyak.
- Wisata edukasi sekolah: Kawasan ini dirancang sebagai tujuan belajar bagi pelajar, komunitas, dan masyarakat umum.
- Fotografi alam: Menara pantau dan lanskap bebatuan Zona Kendeng menjadi spot dokumentasi.
Fasilitas yang Sudah Tersedia
Pengembangan kawasan mencakup sejumlah sarana pendukung, mulai dari MCK, pagar pengaman, hingga menara pantau. Papan informasi sejarah turut disediakan agar pengunjung memahami nilai ilmiah dan keunikan geologi Kedung Lantung.
"Sejumlah fasilitas yang dikembangkan mencakup MCK, pagar pengaman, dan menara pantau. Penyediaan papan informasi sejarah menjadi perhatian agar pengunjung dapat memahami nilai ilmiah serta keunikan geologi," kata Community Relations Supervisor EMCL, Rifky Romadhon.
Cara Menuju Lokasi
Geosite Kedung Lantung berada di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kawasan ini dapat dijangkau dari pusat Kota Bojonegoro dengan kendaraan pribadi menuju arah Kecamatan Sugihwaras. Informasi rute terkini dan akses jalan dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Bojonegoro atau Pokdarwis Kedung Lantung setempat.
Tiket Masuk & Jam Operasional
Hingga peluncuran pada 16 Oktober 2026, bahan informasi belum mencantumkan tarif masuk resmi maupun jam operasional kawasan. Calon pengunjung disarankan menghubungi Pokdarwis Kedung Lantung atau Dinas Pariwisata Bojonegoro untuk memastikan jadwal kunjungan, terutama bagi rombongan sekolah yang membutuhkan pemandu.
Tips Berkunjung
Datang pada musim kemarau agar aliran Sungai Borik lebih rendah dan bebatuan mudah diamati. Kenakan alas kaki anti-slip karena medan bebatuan di sekitar sungai bisa licin. Bagi rombongan pelajar, koordinasikan lebih dulu dengan pengelola agar mendapat penjelasan geologi yang memadai.
Jaga kebersihan sungai dan jangan memisahkan atau mengambil sampel material dari kawasan cagar alam geologi. Warga Dusun Nglantung dan Desa Drenges berperan sebagai tuan rumah, sehingga menghormati aturan lokal menjadi bagian dari pengalaman berkunjung.
Dampak bagi Warga Sekitar
Pemkab Bojonegoro menempatkan penguatan ekonomi masyarakat sebagai salah satu fondasi pengembangan kawasan. Geowisata diharapkan membuka peluang usaha baru bagi warga, mulai dari UMKM, warung lokal, layanan homestay, hingga pemberdayaan pemuda sebagai pemandu wisata.
"Peran industri hulu migas tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga dapat mendukung terbentuknya pusat pertumbuhan ekonomi kreatif baru yang bertumpu pada potensi dan partisipasi masyarakat," ujar Analis Senior SKK Migas Jabanusa, Erwin Andrianto Reddy.
Dengan pembangunan yang baru mencapai 70 persen, Geosite Kedung Lantung masih akan dilengkapi secara bertahap. Perpaduan fenomena geologi langka, nilai edukasi, dan keterlibatan warga menjadikannya alternatif wisata edukasi yang layak masuk rencana kunjungan keluarga maupun rombongan sekolah di Jawa Timur.